Liverpool Tunjuk Andoni Iraola, Rencanakan Kembali Juara
Gambar atau konten salah?
Liverpool menandai langkah baru dengan menunjuk Andoni Iraola sebagai pelatih utama. Iraola menggantikan Arne Slot mulai musim panas ini. Harapannya, ia dapat mengembalikan Si Merah ke jalur juara. Setelah musim lalu, klub menutup kompetisi tanpa trofi dan finis di posisi kelima Premier League. Meskipun klub mengincar gelar dengan belanja besar, merekrut Alexander Isak, Hugo Ekitike, dan Florian Wirtz, hasilnya tidak memuaskan.
Keberadaan Iraola disambut hangat di lingkungan Liverpool. Usia 43 tahun, ia dianggap memiliki filosofi dan gaya bermain mirip Juergen Klopp: permainan tempo tinggi, pressing agresif, transisi cepat, dan umpan-umpan vertikal. Pendekatan ini diharapkan menstimulasi kembali semangat kompetitif klub.
Jamie Carragher, mantan bek Liverpool, mengungkapkan pandangannya: “Dia bekerja menakjubkan, iya gak? Sejak datang ke Premier League. Rasanya tidak ada satupun yang menonton Bournemouth dan tidak antusias. Kalau saya dapat satu pertandingan untuk Sky dan saya kebagian Bournemouth, saya langsung berpikir ‘Okay, saya menantikannya’.”
Menurut Carragher, Iraola mampu membawa Liverpool kembali ke barisan teratas, meski ia tidak mengharapkan kemenangan langsung. Ia menambahkan, “Ya, mereka bisa menantang musim depan. Masa-masa itu sudah berlalu saat yang saya bermain dulu, ketika para manajer datang dan ada proyek empat atau lima tahun untuk coba memenangi liga atau mendekati juara. Masa itu sudah berlalu.”
Ia juga menegaskan bahwa saat Arne Slot datang, tim Klopp finis ketiga dan harus mengejar gelar liga. “Dan dia memenanginya.” Ia menambahkan, “Sama halnya dengan Iraola. Liverpool finis kelima musim lalu, tidak cukup bagus. Jadi saya tak berekspektasi Liverpool juara liga musim depan, tapi kami adalah Liverpool. Kami akan berbelanja besar di musim panas. Kami punya banyak pemain bagus dan ya, kami harus menantang.”
Kesimpulannya, penunjukan Andoni Iraola menandai pergeseran strategi ke permainan cepat dan agresif, menandakan harapan perlahan kembali ke kompetisi tertinggi tanpa janji juara segera. Liverpool tetap berfokus pada pembelian pemain berkualitas untuk menantang gelar di masa depan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Luke Vickery Resmi Jadi WNI, Siap Bawa Indonesia ke Piala Dunia 2030
Mourinho Senang Prancis dan Inggris Gagal ke Final Piala Dunia
Strategi Bertahan Tuchel Hancurkan Inggris
Argentina ke Final usai Kalahkan Inggris di Semifinal
Messi Geser Mbappe di Puncak Top Skor Piala Dunia
Saliba Operasi Punggung, Absen Lima Bulan
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
