Musk Foto Bersama CEO Ratusan di Rapat Trump‑Xi
Gambar atau konten salah?
Jakarta – Pada pertemuan antara Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden Tiongkok Xi Jinping, Elon Musk turut hadir dalam rombongan delegasi. Banyak orang mengajukan permintaan foto bersama bos Tesla dan SpaceX tersebut.
Delegasi tersebut terdiri dari lebih dari selusin CEO dan eksekutif top, termasuk Tim Cook dari Apple dan Jensen Huang dari Nvidia. Mereka mendampingi Trump ke Beijing dengan tujuan memecahkan masalah yang sedang berlangsung dengan pemerintah Tiongkok.
Setelah upacara penyambutan di Balai Besar Rakyat, Musk berdiri di belakang kabinet Trump bersama 13 CEO lainnya. Saat keluar, ia menjawab pertanyaan wartawan dengan mengatakan bahwa ia ingin “mencapai banyak hal baik di China.”
Di malam hari, pada 15 Mei 2026, Lei Jun, CEO Xiaomi, meminta foto dengan Musk. Lei Jun adalah pengagum lama Musk dan salah satu pemilik Model S pertama di China. Mereka ber-selfie sebelum dimulainya jamuan makan malam kenegaraan di Balai Besar Rakyat Beijing.
Ekspresi Musk menjadi bahan perbincangan. Ia mengangkat alisnya dan menghela napas sebelum foto diambil. Momen tersebut terekam kamera dan menjadi viral di China. Banyak orang di media sosial bercanda bahwa Lei telah direndahkan oleh idolanya.
Selain Lei, Tim Cook juga mendekati Musk dan berfoto bersama. Cook berdiri, sementara Musk duduk dan mengangkat dua jempol tangannya.
Meski Tesla menghadapi persaingan ketat dari produsen kendaraan listrik lokal dalam hal teknologi dan harga, perusahaan tersebut tetap berpengaruh di China. Hal ini sebagian disebabkan oleh keselarasan kepentingan Musk dengan kepentingan Beijing, kata Kyle Chan, peneliti teknologi China di Brookings Institution.
“Ketika Anda melihat prioritas teknologi Beijing, banyak di antaranya hampir selaras sempurna dengan prioritas Elon Musk,” tutur Chan, merujuk pada kendaraan listrik, kendaraan otonom, AI dan robot humanoid, serta antarmuka otak‑komputer dan satelit.
Chan menambahkan bahwa teknologi pengemudi otomatis Tesla masih dianggap sebagai standar industri di negeri Tirai Bambu. Musk telah bermanuver dengan hati‑hati di China karena pasar otomotif terbesar di dunia dan rantai pasokannya yang besar tetap penting untuk mendukung kerajaan bisnisnya yang luas di bidang kendaraan listrik, tenaga surya, dan program luar angkasa.
Di 2021, Tesla terpaksa meminta maaf kepada konsumen di sana karena gagal menangani keluhan pelanggan tepat waktu. Hal itu terjadi setelah seorang pelanggan yang tidak puas naik ke atas model Tesla di pameran otomotif Shanghai untuk memprotes penanganan perusahaan terhadap keluhannya tentang rem yang tidak berfungsi.
Selama tahun yang sama, Tesla dilarang memasuki kompleks militer karena kekhawatiran keamanan terkait kamera yang terpasang di kendaraan tersebut. Larangan itu baru dicabut setelah Musk mengunjungi China pada 2024 dan asosiasi industri otomotif mendukung kepatuhan datanya.
Peristiwa ini menyoroti bagaimana kehadiran Musk di Beijing tidak hanya menciptakan momen viral, tetapi juga menegaskan posisi Tesla dalam lanskap teknologi Tiongkok. Keterlibatan eksekutif global pada pertemuan tersebut menunjukkan upaya bersama untuk menavigasi hubungan bisnis dan teknologi antara dua negara besar.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Google Ungkap Cara Jitu Kendalikan Biaya Token AI
Logitech Rilis Kamera AI yang 'Hilang' untuk Ruang Rapat
Iran Eksploitasi Celah SS7 untuk Lacak Tentara AS
Prediksi Final Piala Dunia 2026 Viral, Netizen Curiga
Cyber Breaker Season 3: Peserta Melonjak ke 916
Piala Dunia 2026: 48 Tim, Tiga Negara, Hadiah Fantastis
