Koin Trump untuk HUT ke-250 AS Picu Debat
Gambar atau konten salah?
Pemerintah Amerika Serikat melalui US Mint, lembaga yang bertugas mencetak uang logam, sedang memproduksi koin khusus pecahan US$ 1. Koin ini menampilkan wajah Presiden Donald Trump. Pencetakan dilakukan dalam rangka memperingati 250 tahun kemerdekaan Amerika Serikat.
"Koin tersebut sedang diproduksi dan dicetak di Philadelphia," demikian pernyataan Kementerian Keuangan AS, dikutip dari Reuters pada Jumat, 17 Juli 2026.
Selain gambar Trump, koin ini juga memuat tulisan "Liberty" dan "In God We Trust". Kedua frasa itu memang selalu ada di setiap pecahan dolar AS. Ada pula angka "1776-2026" yang menandakan usia Amerika saat ini. Di bagian belakang koin, terdapat gambar elang botak dari lambang kepresidenan AS.
Desain ini berbeda dari draf awal yang dirilis pada Oktober lalu. Saat itu, bagian belakang koin memperlihatkan Trump mengepalkan tangan ke atas, dikelilingi tulisan "fight, fight, fight".
Trump mengaku merasa sangat terhormat wajahnya muncul di uang negara. Ia sadar bahwa desain koin US$ 1 khusus ini tergolong tidak biasa. Sebab, selama ini tidak ada orang yang masih hidup yang wajahnya muncul di desain dolar AS.
"Mereka memberi saya sebuah koin. Itu sangat tidak biasa setahu saya," kata Trump dalam sebuah wawancara.
Namun, pencetakan uang baru ini tidak diterima semua warga AS. Beberapa kritikus mempertanyakan legalitas desain tersebut.
Dasarnya adalah Undang-undang AS tahun 1866. Aturan itu menetapkan bahwa potret orang yang masih hidup tidak boleh digunakan dalam dolar AS. Tapi perlu dicatat: aturan itu hanya merujuk pada uang kertas yang diproduksi oleh Biro Pengukiran dan Percetakan (BEP). Sementara uang logam atau koin dicetak oleh US Mint.
Di sisi lain, Kongres AS sebenarnya sudah mengesahkan undang-undang pada 2020. Undang-undang itu mengizinkan menteri keuangan AS untuk mencetak koin US$ 1 khusus demi memperingati HUT ke-250 AS. Namun, undang-undang yang sama juga memuat klausul larangan menampilkan tokoh yang masih hidup.
Menjawab persoalan ini, Menteri Keuangan AS Scott Bessent memberikan contoh. Ia mengingatkan bahwa saat peringatan HUT ke-150 AS, wajah Presiden Calvin Coolidge yang saat itu masih hidup dan menjabat juga pernah diabadikan dalam koin resmi.
"Jadi kita bisa menempatkan gambar orang yang masih hidup di atas koin," kata Bessent.
Perdebatan soal legalitas ini sebenarnya bukan hal baru. Aturan tahun 1866 memang hanya mengikat uang kertas, bukan koin. Dan preseden sudah ada sejak 150 tahun lalu. Tapi tetap saja, keputusan ini memicu perdebatan publik. Sebagian warga menganggapnya sebagai pelanggaran tradisi, sebagian lain melihatnya sebagai langkah wajar dalam peringatan bersejarah.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait