Nasabah BNI Disiplin Kelola Uang Lewat Aplikasi wondr
Gambar atau konten salah?
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, yang lebih dikenal sebagai BNI, terus memoles layanan perbankan digitalnya. Tujuannya sederhana: membantu nasabah mengatur uang, memisahkan dana untuk berbagai keperluan, dan merencanakan tujuan finansial keluarga. Salah satu yang merasakan manfaatnya adalah Agis Sukma Sejati. Ia nasabah BNI dan juga pemenang sepeda motor dalam program rejeki wondr BNI 2025.
Agis menggunakan aplikasi wondr by BNI untuk mengatur tabungan. Ia memisahkan uang untuk kebutuhan sehari-hari dari rencana keuangan jangka panjang. Menurut Agis, tanggung jawab keluarga yang makin besar membuat pengelolaan keuangan harus lebih disiplin dan terencana. Kemudahan mengakses layanan bank lewat aplikasi, katanya, membantu ia konsisten menabung.
"BNI menjadi ruang yang aman untuk menyimpan hasil kerja keras kami. Setiap kali ada saldo yang bertambah, rasanya seperti melihat fondasi masa depan keluarga semakin kuat," ujar Agis dalam keterangan resmi, Kamis (13 Agustus 2026). Ia menambahkan, pemisahan dana berdasarkan kebutuhan membuat keuangan keluarga lebih tertata. Dengan begitu, pengeluaran rutin terpenuhi tanpa melupakan rencana masa depan. "Kami jadi lebih disiplin membedakan kebutuhan hari ini dengan tujuan jangka panjang," katanya.
Agis juga melihat layanan digital memberi fleksibilitas. Aktivitas perbankan bisa dilakukan kapan saja. Kemudahan ini membantunya memantau dan mengelola dana keluarga tanpa harus datang ke kantor cabang. Baginya, layanan perbankan bukan sekadar tempat menyimpan uang atau bertransaksi. Ini bagian dari membangun kebiasaan finansial yang lebih baik. "Kalau keluarga diibaratkan tim yang sedang mendaki gunung impian, BNI menjadi mitra yang menyediakan perbekalan agar perjalanan kami terasa lebih terarah. Dengan dukungan layanan yang mudah dan praktis, kami bisa lebih fokus mewujudkan cita-cita keluarga selangkah demi selangkah," tuturnya.
Di sisi lain, Direktur Utama BNI, Putrama Wahju Setyawan, mengatakan perubahan perilaku nasabah dalam mengelola keuangan—seperti yang dialami Agis—menjadi pendorong transformasi layanan BNI. Menurut Putrama, perbankan kini tidak hanya sebagai tempat menyimpan dana, tetapi juga mitra yang membantu nasabah membangun kebiasaan finansial yang lebih baik.
"Kami bangga ketika layanan BNI dapat menjadi bagian dari perjalanan nasabah. Bagi kami, keberhasilan tidak hanya diukur dari jumlah transaksi, tetapi juga dari sejauh mana layanan yang kami hadirkan mampu membantu keluarga Indonesia mengelola keuangan secara lebih bijak, mewujudkan rencana masa depan, dan menjalani setiap langkah dengan lebih tenang," ujar Putrama.
Ia menambahkan, semangat ini menjadi bagian dari perjalanan BNI yang telah memasuki usia delapan dekade. Melalui tema HUT ke-80 BNI, Swadharma Bhakti Nagara, perseroan meneguhkan komitmen untuk terus berinovasi dan menghadirkan solusi keuangan yang bermanfaat nyata bagi masyarakat. Melalui pengembangan layanan digital, BNI berupaya membantu nasabah mengatur keuangan secara praktis, membangun kebiasaan finansial yang sehat, dan mempersiapkan kebutuhan masa depan secara terencana.
Cerita Agis menunjukkan satu hal: perbankan digital bukan sekadar alat transaksi. Bagi keluarga muda, aplikasi seperti wondr by BNI bisa menjadi alat untuk membangun disiplin keuangan. Mulai dari memisahkan uang belanja harian hingga menabung untuk impian jangka panjang, semua bisa dilakukan dari genggaman tangan. Putrama pun menekankan bahwa keberhasilan BNI tidak diukur dari jumlah transaksi semata, melainkan dari sejauh mana layanan itu membantu keluarga Indonesia mengelola keuangan dengan lebih bijak.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Penyelundupan Emas Rp63 M Digagalkan dalam Sehari
BRImo dan Pegadaian Luncurkan Cicil Emas
Uji Emisi Truk Peti Kemas di Dua Terminal Pelindo
Menkeu Bicara Soal Dua Pegawai Pajak Tersangka Kasus Toba Pulp
ASDP Targetkan Rute RoRo Batam-Johor Beroperasi 2027
Purbaya Tambah Anggaran Bea Cukai Rp1 M Lebih