Nayan Project: Deteksi Buta Warna Anak Sekolah di Bandung

Dedi S. · 3 min baca · 3 menit lalu · 1 dibaca
Bisik.id
Nayan Project: Deteksi Buta Warna Anak Sekolah di Bandung

Gambar atau konten salah?

Di balik hiruk‑hiruk kampanye kesehatan anak yang digagas generasi muda, lahirlah gerakan sederhana yang bermula dari kisah seorang teman. Teman itu hidup dengan buta warna namun dapat tumbuh dan berkembang berkat pengetahuannya sejak dini.

Pengalaman itu menjadi pemicu bagi komunitas Anak Cerah Indonesia (ACI) untuk meluncurkan Nayan Project, gerakan edukasi dan deteksi dini buta warna yang menargetkan anak‑anak sekolah. Program ini digelar di SDN 022 Cicadas, Kota Bandung, dengan dukungan RS Mata Pusat Cicendo dan Panon Mahia Nusa.

Seringkali buta warna dianggap sepele, padahal kondisi ini dapat memengaruhi proses belajar, pilihan pendidikan, dan karier seseorang di masa depan. Dr. Antonia Kartika, Direktur Utama RS Mata Pusat Cicendo, menjelaskan bahwa buta warna atau color vision deficiency adalah kesulitan membedakan warna tertentu, terutama merah dan hijau, akibat gangguan pada sel kerucut di retina mata.

“Data dari Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Kemenkes menunjukkan prevalensi sekitar 0,7%. Namun, berbagai penelitian pada populasi sekolah dan masyarakat menemukan angka antara 2-5%, dengan dominasi kasus pada anak laki‑laki. Meski berpengaruh pada masa depan dan karier, sejauh ini edukasi terkait buta warna masih minim. Oleh karena itu, orang tua dan guru perlu memahami tanda‑tanda awal, seperti anak sering salah menyebut warna, kesulitan mengikuti pelajaran yang menggunakan kode warna, atau mengalami kebingungan saat membaca peta dan grafik berwarna,” ujar dr. Antonia dalam keterangannya, Selasa (16/6/2026).

Menurutnya, deteksi dini bukan bertujuan membatasi masa depan anak. Sebaliknya, pemeriksaan sejak usia dini justru membantu anak memahami kondisinya dan beradaptasi dengan lebih baik. “Kesadaran sejak usia dini akan membuat anak memahami bahwa buta warna bukanlah kekurangan yang menghalangi prestasi, melainkan kondisi yang dapat dikelola dengan pengetahuan dan strategi yang tepat,” ucapnya.

“Fakta menunjukkan bahwa sekitar 75% dari perkembangan seorang anak, baik motorik, emosional, maupun kognitif, berawal dari penglihatan. Fungsi penglihatan tidak hanya mendeteksi objek, apakah ia melihat secara jelas atau buram, tetapi juga mengidentifikasi warna,” ungkap penulis buku Nayan & Misteri Warna tersebut. “Ia menjelaskan, kemampuan mengenali warna memiliki peran besar dalam proses belajar. Hampir seluruh mata pelajaran menggunakan unsur warna, mulai dari grafik, peta, diagram, hingga media pembelajaran lainnya.”

“Namun, karena terdeteksi sejak dini, kawanku itu dapat hidup normal dan berkembang dengan baik. Maka sejak itu aku tergerak untuk melakukan sesuatu,” ujar Celine.

“Ketiga, kami membaca buku Nayan & Misteri Warna, karya dr. Antonia, yang kebetulan juga menjadi Dirut RS Cicendo,” katanya.

Bandung dipilih sebagai titik awal pelaksanaan program karena menjadi tempat tinggal Celine sekaligus lokasi RS Mata Pusat Cicendo sebagai rumah sakit mata nasional.

Melalui Nayan Project, ACI mengusung tiga misi utama: meningkatkan kesadaran publik tentang kesehatan anak, menjadi wadah relawan muda untuk terlibat dalam kegiatan sosial, serta menghadirkan aksi nyata di bidang kesehatan.

Celine menegaskan gerakan ini tidak akan berhenti di Bandung. Setelah menjangkau sekolah‑sekolah di Kota Kembang, program serupa akan diperluas ke berbagai daerah lain di Indonesia.

“Termasuk, kita mau memberikan edukasi ke publik bahwa BPJS seharusnya juga mencover pemeriksaan buta warna. Sejauh ini belum, mungkin karena kurangnya informasi tentang buta warna itu sendiri. Setelah itu, kita harapkan Nayan Project bisa berlanjut ke provinsi lain dan seterusnya. Selain itu, kita juga terus menguatkan campaign melalui social media, mengingat Gen‑Z dan Gen‑Alpha merupakan digital native,” kata Celine.

Gerakan ini menyoroti pentingnya deteksi dini dan peran generasi muda dalam kesehatan anak. Dengan dukungan lembaga kesehatan, pendidikan, dan kesadaran publik, Nayan Project berpotensi memperluas jangkauan deteksi buta warna di kalangan anak sekolah, sekaligus membuka ruang bagi diskusi lebih lanjut tentang cakupan layanan kesehatan yang inklusif.

buta warnadeteksi diniNayan ProjectAnak Cerah IndonesiaRS Mata Pusat Cicendogenerasi mudakesehatan anak

Komentar

Memuat komentar...