Warga Bawa Rina Fitri ke Ambulans lewat Brankar Tandu
Gambar atau konten salah?
Video yang menampilkan seorang wanita sakit terbaring di atas brankar, lalu digotong warga menuju ambulans, menyebar di media sosial. Peristiwa ini terjadi di Kampung Cipicung, Desa Sumurbandung, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat.
Wanita yang diangkut brankar tandu itu adalah Rina Fitri Yulianti. Ia terlihat lemah di atas brankar, yang biasanya digunakan di dalam ambulans. Karena brankar tidak dapat dipindahkan dengan kendaraan, warga mengikatnya menggunakan tali bambu dan menempuh jalan berbatu.
Setiawan, ketua RW setempat, mengonfirmasi kejadian pada 16 Juni 2026:
“Betul, itu warga kami yang sedang sakit mau dibawa ke rumah sakit. Diangkut sama warga sampai ke pinggir jalan tempat ambulans parkir,” ujar Setiawan.
Rumah Fitri terletak di permukiman tepi perlintasan kereta api dekat Stasiun Sasaksaat. Akses menuju rumahnya sangat terbatas; hanya bisa dilewati motor karena jalan gang di pinggir rel kereta. Setiawan menjelaskan:
“Memang aksesnya terbatas, cuma bisa dilewati motor karena kan menyusuri jalan gang di pinggir rel kereta api. Untuk ambulans di dekat Stasiun Sasaksaat, sekitar 500 meter dari rumahnya.”
Fitri harus dilarikan ke rumah sakit karena jahitan bekas operasi yang dijalaninya seminggu lalu tiba-tiba terbuka. Ia seharusnya dijadwalkan kontrol ke RS Hasan Sadikin pada 17 Juni 2026, namun kondisi darurat membuatnya dibawa lebih cepat.
Setiawan menambahkan:
“Jadi kondisinya darurat, karena katanya jahitan bekas operasinya terbuka. Makanya Minggu itu langsung dibawa, padahal jadwal kontrolnya hari Rabu besok. Tapi alhamdulillah semua lancar.”
Ia berharap ada solusi untuk masalah akses di daerah ini. Setiawan mengingatkan bahwa peristiwa serupa tidak pertama kalinya.
“Ya memang bukan pertama kali, sudah beberapa kali karena kondisinya akses di sini terbatas. Mudah-mudahan nanti ada solusi, apakah dibuatkan jalan supaya ambulans bisa masuk atau seperti apa,” kata Setiawan.
Peristiwa ini menyoroti tantangan transportasi medis di wilayah dengan infrastruktur terbatas. Kesiapsiagaan warga dan kesiapan ambulans menjadi kunci dalam menghadapi situasi darurat di daerah pedesaan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Asep Mulyadi Serukan Hijrah 1 Muharram untuk Perubahan
Ressi Monica Selamatkan Anak PAUD Tergelincir di Wisata Air
SMAN 28 Bandung Tanpa Bangunan, Siswa Dipindah ke SMAN 23
Bogor Rayakan 1 Muharram Bersama DPRD dan Pangdam di Agung
Bangunan di Trotoar Bandung Dibongkar, Debu Masih Tersisa
Monyet Liar Masuk Sukabumi, Dihandap dan Kembali ke Alam
Berita Terbaru
Warga Bawa Rina Fitri ke Ambulans lewat Brankar Tandu
Makan Bersama Presiden Prabowo: Pelajaran Hidup Raja
Infantino Target Dua Pertandingan Setiap Hari, Jet Pribadi
Justin Gaethje Kalahkan Ilia Topuria di UFC Freedom 250
Tunisia Pecat Pelatih Lamouchi, Herve Renard Jadi Pengganti
Pemerintah Targetkan Listrik ke Semua Desa 2029-2030
Polri OKU Timur Sebarkan 30 Paket Sosial Hari Bhayangkara 80
Kota X Kembangkan Kendaraan Listrik Baru, Lapangan Kerja