Nazih Sadatul Kahfi Jadi Wisudawan Terbaik UIN Walisongo
Gambar atau konten salah?
Wisudawan Magister Terbaik di Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang, Nazih Sadatul Kahfi, tak pernah memikirkan dirinya akan mendapat gelar tersebut sebelum hari wisuda pada 7 Februari 2026. Ia menempuh Magister Pendidikan Agama Islam di Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK). Kisahnya menjadi contoh bagi mahasiswa lain.
Ketika dipanggil sebagai wisudawan terbaik, Nazih langsung sujud syukur. Ia sangat terkejut menerima gelar tersebut. “Reaksi mereka sangat terharu. Pencapaian ini adalah hasil dari dukungan dan doa mereka yang tak putus,” ujarnya dikutip dari laman UIN Walisongo pada 29 Maret 2026.
Selain menjadi mahasiswa, Nazih juga berperan sebagai marbot masjid. Ia telah menunjukkan prestasinya hingga ke kancah global. Bagaimana ia meraih predikat ini? Berikut perjalanan kuliahnya.
Beasiswa Indonesia Bangkit menjadi tonggak awal. Dengan beasiswa tersebut, ia bertekad menyelesaikan pendidikan S2 dengan baik. Namun, tantangan muncul. Ia harus membagi waktu antara peran sebagai mahasiswa, penerima beasiswa, dan marbot masjid. “Tantangan terbesar adalah mengelola waktu antara peran sebagai mahasiswa, penerima beasiswa, dan Marbot Masjid. Ada kalanya saya merasa tertekan, namun amanah ini justru memotivasi saya untuk tidak menyia-nyiakan setiap detik waktu yang ada,” katanya.
Di samping kesibukannya, Nazih pernah mengikuti program Student Mobility ke Malaysia dan Singapura. Ia belajar di Universitas Pendidikan Sultan Idris (UPSI). Selama S2, ia menerbitkan lima karya ilmiah dan menjadi presenter di tujuh konferensi internasional bergengsi. Kesempatan ini ia gunakan untuk mempromosikan moderasi beragama lewat media sosial.
Tesis yang mengantarkan Nazih lulus berfokus pada pembelajaran PAI melalui media digital. Judulnya “Pengembangan Video Animasi 3D Dengan Plotagon Story untuk Meningkatkan Keterlibatan Siswa dalam Pembelajaran PAI-BP di SMP”. Melalui penelitian ini, ia berusaha mengembangkan media digital yang menarik bagi Gen‑Z. Dalam media tersebut, nilai-nilai Islam ditanamkan secara halus.
“Melalui konsep unity of sciences (kesatuan ilmu), saya memadukan ilmu pendidikan, teknologi, dan nilai-nilai agama. Pembelajaran tidak hanya soal teori, tetapi bagaimana teknologi bisa menciptakan pengalaman belajar yang holistik dan interaktif,” jelas Nazih.
Setelah lulus S2, Nazih berencana langsung menerapkan ilmunya. Ia juga berharap dapat melanjutkan ke jenjang S3. “Organisasi memberikan keterampilan problem‑solving yang justru menunjang kemampuan akademik. Kuncinya adalah disiplin dan manajemen waktu yang efektif,” ujarnya.
Dengan kombinasi disiplin, manajemen waktu, dan semangat belajar, Nazih Sadatul Kahfi menunjukkan bahwa dedikasi dan dukungan bisa membawa seseorang meraih prestasi tinggi. Kisah ini mengingatkan kita bahwa setiap tantangan dapat diatasi jika dihadapi dengan tekad dan kerja keras.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Bootcamp 35 Hari: Sertifikat 200 JP, 6 Live – Pendaftaran
Kelas CV Praktis 17 Juni: Bikin CV Mampu Panggil Interview
Trisa Triandesa: Indonesia Butuh Jurusan Neuroscience
OSN 2026 Buka Layanan Pengaduan Kecurangan Online Diri
OSN 2026: Sanksi Tegas bagi Pelanggaran Kecurangan Peserta
SPMB Jawa Tengah 2026: Jadwal Pendaftaran dan Dokumen
Berita Terbaru
Cuaca Bali 5 Juni 2026: Cerah Berawan, Suhu 19-33°C
Pantai Gading Kalahkan Prancis 2-1 di Stade Beaujoire Nantes
Spanyol dan Irak Imbang 1-1 di Riazor, La Coruna, 5 Juni
Cuaca Berawan di Bandung 05 Juni 2026, Suhu 17‑30°C
Zodiak Gemini 5 Juni 2026: Energi Cinta & Karier Seimbang
Zodiak Aries: Energi Positif di Tanggal 5 Juni 2026
Zodiak Cancer 5 Juni 2026: Peluang Cinta dan Karir
Zodiak Virgo 5 Juni 2026: Hari Perubahan Kecil, Penuhi Potensi
Zodiak Leo 5 Juni 2026: Energi, Hubungan, Karier & Kesehatan
Zodiak Libra 5 Juni 2026: Panduan Harian dan Keberuntungan
