Nyari Gawe Jabar: 382 Ribu Pencari Kerja, 14 Ribu Lowongan
Gambar atau konten salah?
Berbagai upaya pemerintah provinsi Jawa Barat untuk menyalurkan lulusan sekolah ke dunia kerja kini mulai menunjukkan hasil yang nyata. Salah satu alat utama yang memfasilitasi proses ini adalah aplikasi Nyari Gawe Jabar, yang dirancang khusus bagi pencari kerja, terutama mahasiswa SMA dan SMK.
Menurut Kepala Bidang Penempatan, Perluasan Tenaga Kerja, dan Transmigrasi Disnakertrans Jabar, Hendra Kusuma Sumantri, aplikasi ini telah diluncurkan pada Oktober 2025 dan sejak itu mendapat sambutan hangat dari masyarakat. “Hingga akhir Maret 2026, tercatat lebih dari 382 ribu pencari kerja telah terdaftar, dengan total lebih dari 14 ribu lowongan pekerjaan dari ratusan perusahaan yang tergabung,” katanya, Senin (13 April 2026).
Nyari Gawe tidak sekadar menampilkan daftar lowongan. Pengguna dapat mencari pekerjaan berdasarkan lokasi, memantau status lamaran, dan mengikuti tes psikologi secara daring. Fitur tambahan berupa AI profile analysis memungkinkan pencari kerja mendapatkan rekomendasi pekerjaan yang sesuai dengan kompetensi mereka. Aplikasi ini juga memudahkan perusahaan melaporkan proses rekrutmen secara transparan.
Ke depan, aplikasi Nyari Gawe akan dikembangkan menjadi platform multi-channel, termasuk berbasis website, guna memudahkan perusahaan dalam mencari kandidat sesuai kebutuhan industri, “Ke depan, aplikasi Nyari Gawe akan dikembangkan menjadi platform multi-channel, termasuk berbasis website guna memudahkan perusahaan dalam mencari kandidat sesuai kebutuhan industri,” terangnya.
Di sisi lain, keberhasilan aplikasi ini sangat bergantung pada kesiapan siswa sebagai pengguna utama. Dinas Pendidikan Jawa Barat meminta sekolah berperan aktif dalam sosialisasi. Kepala Dinas Pendidikan Jabar, Purwanto, menegaskan pentingnya pemahaman siswa terhadap fungsionalitas aplikasi ini sejak dini. “Saya minta sosialisasi ini dilakukan secara masif melalui struktur sekolah. Mulai dari kepala sekolah, wali kelas hingga Bursa Kerja Khusus (BKK),” ucap Purwanto. Ia juga menambahkan bahwa pengawasan ketat akan dilakukan, “Bahkan, ada potensi sidak dari Gubernur sehingga kesiapan siswa dalam mengoperasikan aplikasi menjadi penting,” tegasnya.
Dengan kombinasi data statistik yang kuat, fitur canggih, dan dukungan pendidikan, Nyari Gawe Jabar menunjukkan langkah konkret pemerintah Jawa Barat dalam menghubungkan lulusan sekolah dengan peluang kerja. Aplikasi ini menjadi contoh bagaimana teknologi dapat mempercepat proses pencarian kerja bagi generasi muda di provinsi ini.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
El Nino 1997-98: Dampak Besar, Pemantauan Global Berhasil
Cuaca Berawan di Bandung 05 Juni 2026, Suhu 17‑30°C
Siapkan Rp52 Miliar Mesin Pengolah Sampah 151 Kelurahan Bandung
TPA Sarimukti Penuh, Zona 3 & 4 Diaktifkan Lagi Sekarang
Ayi Solehudin Terkapar 2,5 Tahun Hilang di Gunung Salak
Mengajar di Ponpes Cipasung: Santri Kuasai Konten Digital
Berita Terbaru
Ramalan Zodiak Jumat 5 Juni 2026: Peruntungan Setiap Tanda
Persebaya Terserah Kapten Bruno, Pindah Klub Luar Negeri
Anak 7 Tahun di India Kembali Sehat Tanpa Dialisis Sudah
5 Sayuran Ringan Bantu Turunkan Lemak Viseral Hanya 30 Hari
Trans Hotel Surabaya Buka 28th Sky Beach Club Tertinggi
CapCut Mastery Class: Pelatihan Edit Video & Cari Niche 2026
