Siapkan Rp52 Miliar Mesin Pengolah Sampah 151 Kelurahan Bandung
Gambar atau konten salah?
Bandung, 04 Juni 2026 – Pemerintah Provinsi Jawa Barat sedang mempersiapkan rencana pembangunan sistem pengolahan sampah di setiap kelurahan Kota Bandung. Menurut rencana ini, setiap unit mesin pengolah sampah diproyeksikan memerlukan biaya sekitar Rp 350 juta.
Ketua DPRD Jawa Barat, Buky Wibawa, mengungkapkan bahwa kebutuhan anggaran tersebut sedang dibahas oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Jawa Barat. Ia menambahkan bahwa pemerintah saat ini sedang menghitung total kebutuhan berdasarkan jumlah kelurahan yang akan menjadi lokasi penempatan alat.
“Sedang dibahas, tapi Kepala Bappeda saya tanya nilai satuannya sudah ada tinggal dihitung berapa kebutuhannya karena di Kota Bandung ada 151 kelurahan, nanti dihitung tinggal lahannya satu titik itu 100 meter persegi,” kata Buky, Kamis (04 Juni 2026).
Perhitungan awal menunjukkan bahwa jika seluruh 151 kelurahan di Kota Bandung mendapatkan satu unit mesin, total anggaran yang dibutuhkan bisa menembus angka Rp 52 miliar. Buky menegaskan bahwa angka tersebut masih akan disesuaikan dengan kebutuhan riil di lapangan. Ia juga menyatakan, “Kalau gak salah ya, saya khawatir salah karena soal anggaran, kurang lebih di angka Rp 350 juta satu unitnya.”
Selain pengadaan mesin, pembahasan juga mencakup kesiapan lokasi pembangunan fasilitas pengolahan sampah. Setiap unit membutuhkan lahan sekitar 100 meter persegi yang wajib disediakan oleh Pemerintah Kota Bandung. “Itu kan harus disediakan oleh pemerintah Kota,” ucapnya.
Koordinasi antara Pemprov Jawa Barat dan Pemkot Bandung menjadi krusial agar program ini tidak terganjal persoalan lahan maupun pembangunan fasilitas pendukung di kemudian hari. Buky menambahkan, “Dibicarakan juga soal pembangunan tempatnya, jangan sampai lahan ada, alat ada tapi ada masalah untuk pembangunan tempatnya.”
Program ini merupakan bagian dari solusi jangka panjang yang disiapkan Pemprov Jawa Barat untuk mengurai benang kusut persoalan sampah di Kota Bandung. Buky mengaku telah membahas langsung rencana strategis tersebut dengan Gubernur Dedi Mulyadi dan Kepala Bappeda Jawa Barat.
“Saya sudah bicara dengan Gubernur dan Kepala Bappeda, Pemprov Jabar akan membantu pengadaan mesin pengolah sampah di tiap kelurahan, satu mesin satu kelurahan dan itu nanti akan diolah menjadi rdf, briket ya nanti bisa dipakai,” ungkapnya.
Melalui teknologi tersebut, sampah akan diolah menjadi Refuse Derived Fuel (RDF) atau bahan bakar alternatif berbentuk briket yang dapat dimanfaatkan oleh sektor industri. Sistem ini disiapkan untuk memangkas ketergantungan akut Kota Bandung terhadap TPA Sarimukti yang kapasitasnya kian kritis.
Buky juga memastikan teknologi yang akan digunakan berbeda dengan insinerator yang sebelumnya sempat menuai sorotan dari Kementerian Lingkungan Hidup karena menggunakan metode pembakaran. “Justru ini menjawab mesin isinerator karena dilarang Kementerian LH, mesin ini tidak dibakar, tapi langsung dicetak menjadi briket nanti dimanfaatkan,” pungkasnya.
Foto: Istimewa
Program pengolahan sampah ini menandai langkah konkret pemerintah Jawa Barat dalam mengatasi masalah limbah di Bandung. Dengan investasi besar dan koordinasi lintas lembaga, diharapkan sistem ini dapat beroperasi secara efisien dan berkelanjutan, mengurangi beban TPA dan menghasilkan energi alternatif yang berguna bagi industri lokal.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
TPA Sarimukti Penuh, Zona 3 & 4 Diaktifkan Lagi Sekarang
Ayi Solehudin Terkapar 2,5 Tahun Hilang di Gunung Salak
Mengajar di Ponpes Cipasung: Santri Kuasai Konten Digital
Orang Tua Kritik Menu MBG Cibodas: Nugget, Anggur, Kedelai
Ika Sartika 50, Ditolak Lowongan Rumah Tangga di Ciamis
Bandung Siapkan Mesin Insinerator 5 Ton/Jam untuk TPS Ciwastra
Berita Terbaru
1.198 Jemaah Malang Kembali Dari Haji 2026, Tertib, Efisien
Verdonk Tiba Terlambat, Herdman Pastikan Main di Garuda
Kementerian Energi Tinjau Penundaan Batu Bara China PT DSI
Muharram: Bulan Mulia, Pahala Ganda bagi Semua Muslim
PENS Dorong Perguruan Tinggi Jadi Solver Masalah Sosial
Marselino Absen, Timnas Siap Hadapi Oman 04 Juni Di SUGBK
Konate Lenyap, Liverpool Siap Terima Pengunduran Pada Awal Juni
PB ESI Pilih 7 Atlet DOTA 2 ke Esports Nations Cup 2026
GPOS Lite: Digitalisasi Apotek dengan Dukungan Lapangan
