Mengajar di Ponpes Cipasung: Santri Kuasai Konten Digital
Gambar atau konten salah?
Trans7 Mengajar kembali hadir di Ponpes Cipasung, Tasikmalaya pada 04 Juni 2026 sebagai bagian dari program corporate social responsibility (CSR) perusahaan TV nasional. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kemampuan generasi muda dalam membuat konten digital yang kreatif dan relevan.
Di tengah era digital yang terus berubah, Trans7 berusaha membantu santri dan mahasiswa pesantren memahami strategi dakwah melalui media online. “Kegiatan ini menjadi bentuk kolaborasi strategis,” ujar Kepala Bidang Pendidikan Ponpes Cipasung, Muhammad Rizqi Romdhon. Ia menegaskan pentingnya dakwah di dunia maya, yang kini menjadi medan tanpa batas.
“Ini merupakan kerjasama yang beberapa kali dengan Trans7, tapi ini merupakan satu hal yang baru dari kerjasama kita. Insya Allah akan banyak memberikan ilmu buat santri dan mahasiswa kami, khususnya pada era digital ini mereka bisa punya bekal dalam kehidupan mereka sebagai santri, karena sebagai santri mereka punya kewajiban berdakwah,” tambah Rizqi.
Rizqi menekankan bahwa dakwah tidak hanya sekadar bicara. “Dakwah sekarang itu tidak cukup hanya bicara, apalagi anak-anak sekarang kan lebih mudah menerima audio visual dan infografis. Jadi dakwah dengan media ini lebih cepat sampai kepada masyarakat. Nah Trans 7 Mengajar Digital Creator Content ini Insyaallah akan memberikan banyak bekal terkait hal tersebut. Tentu ini akan menjadi bekal dakwah bagi mereka kelak,” jelasnya.
Ia juga menyoroti potensi dunia digital sebagai sumber penghidupan. “Tentu saja bukan sekedar kepentingan dakwah, sekarang membuat konten itu bisa menjadi bekal kehidupan, sehingga ketika mereka pulang, bisa berdaya dan sejahtera,” ujarnya.
Rizqi mengakui bahwa santri sebelumnya hanya mampu membuat konten seadanya. “Selama ini mereka hanya bisa membuat konten seadanya, belum profesional, sehingga untuk mendapatkan engagement yang bagus itu sulit, sehingga perlu ada penajaman terkait membuat konten tersebut. Nah dengan kegiatan ini mereka jadi punya ilmu baru. Apalagi ada prakteknya juga, ini tentu saja membuat mereka semakin terampil,” katanya.
Peserta kegiatan meliputi pengasuh pondok, santri, dan mahasiswa dari keluarga besar Ponpes Cipasung. Kegiatan ini merupakan Trans7 Mengajar Jilid XI, yang menyesuaikan dengan perkembangan media digital dan media sosial. Para peserta belajar dasar-dasar digital content creation, teknik produksi menggunakan ponsel, serta praktik pembuatan dan presentasi karya.
Prima Dananjaya, Digital Asset Management Head of Trans7, membawakan sesi tentang lanskap media digital, tren ekonomi kreator, dan peran kreator dalam menyebarkan konten positif. Ia menjelaskan formula pembuatan video pendek yang menarik, mulai dari hook, storytelling, penyampaian nilai, hingga call to action yang efektif.
Selain teori, peserta mendapat pelatihan praktis produksi video dengan smartphone, dasar-dasar editing, dan workflow produksi konten. Evaluasi langsung dilakukan, dan karya terbaik berkesempatan dipublikasikan di platform media sosial Trans7.
Rizqi menegaskan bahwa pesantren harus membuka diri terhadap perkembangan zaman. “Pesantren harus membuka diri, kalau pesantren tidak mengikuti zaman akan tergerus zaman, apalagi pada masa dunia digital ini untuk publikasi atau promosi butuh kemampuan digital,” pungkasnya.
Dengan acara ini, Trans7 tidak hanya mendukung dakwah, tetapi juga membuka peluang bagi santri dan mahasiswa untuk mengembangkan keterampilan digital yang dapat menjadi bekal kehidupan. Kegiatan ini menegaskan bahwa kolaborasi antara dunia pendidikan tradisional dan media digital dapat menciptakan sinergi yang bermanfaat bagi generasi muda.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
SDN 2 Salakaria: 32 Murid, 8 Guru, Semangat Belajar Tak Padam
Tasikmalaya Siaga Darurat Kekeringan hingga September
Petani Indramayu Bangga Garap Sawah, Biayai Kuliah Anak Hingga Sarjana
Dedi Mulyadi Temukan 11 Perusahaan Kapur Ilegal di Cipatat
Kebakaran di Ciamis Hanguskan Bangunan Berisi Enam Usaha
Belasan ASN di Pangandaran Bercerai, Judi Online Jadi Pemicu
Berita Terbaru
Webinar AI untuk Riset Akademik: Percepat Skripsi dan Tesis
Menteri Dorong Rektor Naikkan Gaji Dosen
Stella Christie: Kunci RI Kuasai AI Ada di Data
SPP SMA Negeri Jawa Barat Akan Dihidupkan Kembali?
Prabowo Hentikan MBG untuk Anak Orang Kaya
BGN Kaji Libatkan Kantin Sekolah untuk MBG
DPR Desak Penataan Taxiway Bandara Halim
Menkeu Purbaya: Surat Tambahan Anggaran IKN Rp 2,86 T Belum Sampai