Palembang-BI Sumatera Selatan: Fokus Ekonomi Syariah

Andi B. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 55 dibaca
Bisik.id
Palembang-BI Sumatera Selatan: Fokus Ekonomi Syariah

Gambar atau konten salah?

Pada hari Senin, 13 April 2026, Pemerintah Kota Palembang bertemu dengan perwakilan Bank Indonesia Sumatera Selatan. Pertemuan ini difokuskan pada penguatan ekonomi syariah sebagai strategi untuk mendorong pertumbuhan daerah, khususnya bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah.

Wali Kota Palembang, Ratu Dewa, menegaskan bahwa agenda utama pertemuan tersebut adalah memperkuat dan mengembangkan ekonomi syariah. Ia berkata, “Banyak hal yang dibicarakan, titik poinnya adalah masalah penguatan dan pengembangan ekonomi syariah. Maka dari itu, seperti ada titik-titik lokus yang harus segera gerak cepat.”

Ratu Dewa menambahkan bahwa inisiatif ini memerlukan percepatan dari seluruh organisasi perangkat daerah (OPD). Ia menyatakan, “Kita mendukung sepenuhnya kaitan dengan penguatan dan pengembangan ekonomi syariah ini, sehingga menjadi sesuatu yang bagi UMKM kecil dan mikro menjadi pertumbuhan ekonomi Palembang insya Allah akan semakin baik ke depannya.”

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sumatera Selatan, Bambang Pramono, menjelaskan bahwa penguatan ekonomi dan keuangan syariah menjadi alternatif sumber pertumbuhan baru di tengah ketidakpastian global. Ia menyatakan, “Di tengah situasi global yang memang tidak baik, yang berpotensi berdampak negatif pada pertumbuhan ekonomi, maka kita perlu mencari sumber-sumber pertumbuhan ekonomi baru. Salah satunya adalah bagaimana memberdayakan ekonomi dan keuangan syariah.”

Bambang menyoroti potensi besar Palembang dan Sumatera Selatan, mengingat karakter masyarakat yang religius. Ia menegaskan perlunya penguatan ekosistem yang mendukung, termasuk sektor kuliner halal.

Salah satu langkah konkret yang diusulkan adalah pembentukan Zona Kuliner Halal Aman Sehat (KHAS), yang akan menjadi kawasan khusus bagi pelaku UMKM dengan jaminan sertifikasi halal. Ia mengajak, “Kami memohon dukungan untuk pembentukan Zona Kuliner Halal Aman Sehat (KHAS), di mana para UMKM dan pedagangnya sudah memiliki sertifikat halal. Ini juga mendukung pariwisata, terutama bagi wisatawan mancanegara dari negara-negara muslim.”

Dengan adanya zona tersebut, diharapkan Palembang dapat menjadi destinasi yang ramah muslim sekaligus memperkuat daya saing ekonomi daerah melalui sektor UMKM berbasis syariah.

Secara keseluruhan, pertemuan ini menandai langkah konkret pemerintah kota dan Bank Indonesia untuk memanfaatkan ekonomi syariah sebagai motor pertumbuhan. Fokus pada pelaku UMKM, dukungan sertifikasi halal, dan pengembangan zona kuliner menunjukkan upaya terkoordinasi untuk meningkatkan daya saing dan menarik wisatawan muslim. Dengan strategi ini, Palembang berpotensi memperkuat posisi ekonominya di tengah dinamika global yang terus berubah.

Ekonomi SyariahBank Indonesia Sumatera SelatanUMKMZona Kuliner Halal Aman SehatPalembangPertumbuhan DaerahPariwisata Muslim

Komentar

Memuat komentar...