Palestina Tuding Israel Rebut 3.750 Situs Arkeologi

Sigit W. · 2 min baca · 1 menit lalu · 1 dibaca
Bisik.id
Palestina Tuding Israel Rebut 3.750 Situs Arkeologi

Gambar atau konten salah?

Seorang pejabat Palestina melontarkan tuduhan serius terhadap Israel. Tuduhan itu berkaitan dengan rencana pengambilalihan lebih dari 3.750 situs arkeologi yang berada di Tepi Barat. Menurut pejabat tersebut, langkah ini merupakan bagian dari upaya yang lebih besar untuk menguasai lokasi-lokasi warisan budaya dan mendukung perluasan permukiman Yahudi di wilayah tersebut.

Saleh Tawafsha, yang menjabat sebagai Wakil Menteri Pariwisata dan Kepurbakalaan Palestina, menyampaikan pernyataan ini melalui radio resmi Voice of Palestine. Ia menjelaskan bahwa organisasi-organisasi permukiman Israel, dengan dukungan dari pemerintah, sedang berusaha untuk mengalihkan pengelolaan situs-situs tersebut kepada para pemukim. Kelompok pemukim ini, menurut Tawafsha, sudah mulai memperluas kehadiran mereka dengan mendirikan pos-pos baru di dekat beberapa lokasi arkeologi.

Sebagian besar situs yang menjadi target ini berada di Area C Tepi Barat. Berdasarkan Perjanjian Oslo, wilayah tersebut sepenuhnya berada di bawah kendali keamanan dan administrasi Israel. Tawafsha menambahkan bahwa langkah-langkah ini dilakukan dengan sengaja. Tujuannya, menurut dia, adalah untuk "menghapus identitas sejarah dan budaya Palestina serta mengubah karakter historis situs-situs arkeologi dan keagamaan."

Pernyataan ini disampaikan Tawafsha kepada radio resmi Voice of Palestine. Ia menegaskan bahwa situs-situs arkeologi tersebut merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari warisan budaya dan sejarah panjang bangsa Palestina. Kementeriannya saat ini sedang mendokumentasikan apa yang disebutnya sebagai pelanggaran Israel terhadap warisan budaya Palestina. Dokumen-dokumen itu kemudian akan dikirimkan kepada badan-badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang relevan.

Hingga saat ini, belum ada tanggapan resmi dari pihak berwenang Israel mengenai tuduhan ini. Data dari Kementerian Pariwisata dan Kepurbakalaan Palestina menunjukkan bahwa Tepi Barat memiliki sekitar 7.000 situs arkeologi. Dari jumlah tersebut, sekitar 60 persen atau sekitar 4.200 situs berada di Area C. Area ini memang berada di bawah kendali penuh Israel berdasarkan Perjanjian Oslo.

Sebagian besar dari 3.750 situs yang disebutkan berada di Area C. Tawafsha menjelaskan bahwa organisasi-organisasi permukiman Israel, dengan dukungan pemerintah, berusaha mengalihkan pengelolaan situs-situs tersebut kepada para pemukim. Para pemukim bahkan telah mendirikan pos-pos baru di dekat beberapa lokasi. Langkah ini, menurut Tawafsha, dilakukan untuk "menghapus identitas sejarah dan budaya Palestina serta mengubah karakter historis situs-situs arkeologi dan keagamaan."

Kementerian Pariwisata dan Kepurbakalaan Palestina saat ini sedang mendokumentasikan semua pelanggaran yang dilakukan Israel terhadap warisan budaya Palestina. Laporan-laporan tersebut akan dikirimkan kepada badan-badan PBB yang relevan. Belum ada tanggapan langsung dari pihak berwenang Israel mengenai tuduhan ini.

Data dari kementerian yang sama menunjukkan bahwa Tepi Barat memiliki sekitar 7.000 situs arkeologi. Sekitar 60 persen dari jumlah itu, atau sekitar 4.200 situs, berada di Area C. Area ini memang berada di bawah kendali keamanan dan administrasi penuh Israel berdasarkan Perjanjian Oslo. Tuduhan ini muncul di tengah ketegangan yang terus berlangsung antara Palestina dan Israel terkait pengelolaan situs-situs bersejarah dan perluasan permukiman.

pengambilalihan situs arkeologiTepi Baratwarisan budaya Palestinapermukiman YahudiArea Cpelanggaran Israelidentitas sejarah

Komentar

Memuat komentar...