Pameran 'Aku Arek Suroboyo' Surabaya Kenang Jejak Bung Karno

Teguh A. · 2 min baca · 42 menit lalu · 29 dibaca
Bisik.id
Pameran 'Aku Arek Suroboyo' Surabaya Kenang Jejak Bung Karno

Gambar atau konten salah?

Surabaya menandai Bulan Bung Karno dengan menggelar pameran berjudul Aku Arek Suroboyo. Pameran ini dimaksudkan untuk menghidupkan kembali jejak sejarah Presiden pertama Indonesia di kota yang dikenal sebagai Kota Pahlawan.

Nama tema dipilih untuk menegaskan identitas Soekarno sebagai putra daerah yang tumbuh dan ditempa di Surabaya sebelum menjadi tokoh besar Indonesia. Pameran ini mengajak masyarakat menelusuri fragmen kehidupan Soekarno melalui foto-foto bersejarah, edukasi publik, pemutaran film, hingga peluncuran buku.

Acara berlangsung dari 06 Juni 2026 - 19 Juni 2026 di Basement Alun-Alun Surabaya. Lokasi ini menjadi tempat yang strategis bagi pengunjung untuk menyaksikan koleksi yang disajikan.

Menurut Kepala UPTD Museum dan Gedung Seni Balai Budaya Kota Surabaya, Saidatul Ma'munah, pameran dirancang untuk menghadirkan kembali kisah Bung Karno dari sudut pandang yang lebih dekat dengan masyarakat. Ia berkata, “Melalui pameran ini kami ingin mengajak masyarakat mengenal lebih dekat sosok Soekarno sebagai Arek Suroboyo. Banyak perjalanan penting dalam kehidupan beliau yang memiliki keterkaitan dengan Kota Pahlawan dan menjadi bagian penting dalam sejarah bangsa,” kata Saida, Minggu (07 Juni 2026).

Pengunjung akan diajak menyusuri berbagai fragmen kehidupan Bung Karno melalui koleksi foto dan arsip yang berasal dari sejumlah museum yang dikelola Pemkot Surabaya, seperti Museum 10 November, Museum Dr. Soetomo, serta Rumah Kelahiran Bung Karno. Koleksi tersebut menampilkan perjalanan hidup Soekarno sejak masa muda hingga kiprahnya sebagai pemimpin bangsa.

Selain pameran, Pemkot Surabaya meluncurkan buku khusus yang mengulas perjalanan dan jejak Bung Karno di Surabaya. Buku tersebut merupakan hasil kolaborasi dengan Universitas Airlangga (Unair) yang melibatkan akademisi dan peneliti dalam proses penulisan, pengumpulan data, hingga penyusunan naskah. Ia menegaskan, “Kami berkolaborasi dengan akademisi dan praktisi untuk menyusun buku ini. Harapannya, publik mendapatkan referensi sejarah yang lebih komprehensif mengenai hubungan Bung Karno dengan Surabaya,” ujarnya.

Rangkaian kegiatan juga mencakup bedah buku, kajian publik, program Sekolah Kebangsaan, serta nonton bareng film yang mengangkat perjalanan Bung Karno. Agenda tersebut dirancang untuk menjangkau beragam kalangan, mulai dari pelajar, mahasiswa, hingga masyarakat umum.

Saida berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi ruang apresiasi sejarah, tetapi juga sarana memperkuat nilai-nilai kebangsaan di tengah generasi muda. Ia menegaskan, “Bulan Bung Karno menjadi momentum yang tepat untuk mengingat kembali perjuangan para pendiri bangsa. Kami ingin generasi muda memahami bahwa Bung Karno bukan hanya tokoh nasional, tetapi juga Arek Suroboyo yang jejak kehidupannya masih dapat ditelusuri hingga hari ini,” pungkasnya.

Dengan menyajikan arsip visual, buku, dan program edukatif, Surabaya menegaskan kembali peran Soekarno sebagai bagian penting sejarah kota. Kegiatan ini menyoroti hubungan erat antara pemimpin bangsa dan kota kelahirannya, sekaligus mengajak generasi muda untuk mengenal lebih dekat warisan sejarah yang masih hidup.

SurabayaBulan Bung KarnoPameran Aku Arek SuroboyoSoekarnoMuseum 10 NovemberUniversitas AirlanggaGenerasi Muda

Komentar

Memuat komentar...