Pasar Loak Gembong: 30 Tahun Penjual Sepatu Usia 62 Tetap

Dwi H. · 2 min baca · 24 hari lalu · 58 dibaca
Bisik.id
Pasar Loak Gembong: 30 Tahun Penjual Sepatu Usia 62 Tetap

Gambar atau konten salah?

Sai, seorang pedagang sepatu berusia 62 tahun, telah menjadi saksi hidup perjalanan panjang Pasar Loak Gembong di Surabaya. Sejak 01 Januari 1990, ia mengandalkan aktivitas jual beli barang bekas di kawasan itu.

Ia mengingat masa kejayaan pasar ketika berada di depan Bioskop Istana, yang kini telah berubah menjadi kafe. “Saya sudah lama di sini. Dulu jualannya di pinggir embong, tepat di depan Bioskop Istana yang sekarang sudah jadi kafe itu,” ujarnya saat ditemui di lapaknya.

Perubahan besar terjadi ketika pasar relokasi ke kios permanen sekitar delapan tahun lalu. Meskipun penataan lebih tertata, Sai mengakui jumlah pembeli tidak seramai dulu. “Bedanya kalau di dalam, orang datang itu memang sudah niat mau cari sepatu. Tapi kalau di luar, orang yang cuma lewat bisa tiba-tiba berhenti karena melihat barang yang cocok. Ya memang lebih ramai di luar dulu,” jelasnya.

Dalam hal pendapatan, Sai tidak pernah menargetkan angka tertentu. Ia menjalani usaha dengan prinsip sederhana dan menyerahkan rezeki kepada Tuhan. “Rezeki itu relatif, tiap orang beda cara berpikirnya. Saya jalani saja kondisi seperti ini. Yang di atas sudah mengatur semua, jadi nggak bisa dipatok hari ini harus ramai atau tidak,” terangnya.

Di tengah kebijakan larangan pakaian bekas impor, Sai memastikan barang dagangannya berasal dari sumber lokal. Ia menjelaskan bahwa banyak barang yang dijual merupakan hasil pemakaian pribadi yang kemudian dijual kembali. “Loh, kalau ini lokal. Ada orang beli di Sogo atau TP (Tunjungan Plaza), lalu bosan dan dijual ke sini. Itu yang kami beli. Selama layak pakai dan bisa untung, ya saya ambil,” jelas Sai.

Selain barang bekas, Sai juga menyediakan produk baru atau non-original untuk pembeli dengan anggaran terbatas. Beragam alas kaki dijual dengan harga terjangkau, mulai dari puluhan ribu rupiah dengan kondisi masih layak pakai.

Meskipun dikenal sebagai penjual sepatu, Sai tidak membatasi jenis dagangannya. Ia menjual berbagai barang yang dinilai masih memiliki nilai jual, menambah variasi bagi pelanggan yang datang.

Pasar Loak Gembong tetap menjadi tempat berkumpulnya para pencari barang unik. Dengan kombinasi barang bekas, produk lokal, dan harga bersahabat, Sai terus beradaptasi dengan perubahan pasar sambil menjaga tradisi jual beli yang telah berlangsung lebih dari tiga dekade.

Pasar Loak GembongSurabayapedagang sepatubarang bekasbarang lokalkios permanenharga terjangkau

Komentar

Memuat komentar...