Pasar Murah Palembang Bantu Atasi Inflasi, Perayaan HUT 1343
Gambar atau konten salah?
Pasar Murah kembali digelar oleh Pemerintah Kota Palembang sebagai bagian dari perayaan HUT Kota Palembang ke-1343 sekaligus upaya menekan inflasi. Kegiatan ini dimulai pada 12 Juni 2026 dan berlangsung di lima kecamatan berbeda.
Lokasi pertama pasar murah berada di Kecamatan Ilir Barat I, tepatnya di halaman warga Lorong Muhajirin IV No. 1.601 Kelurahan Lorok Pakjo. Tempat ini dipilih karena akses mudah bagi warga dan potensi distribusi barang yang tinggi.
Menurut Kepala Bidang Stabilisasi Sarana Distribusi Perdagangan, Elsa Noviani, pemerintah melalui Dinas Perdagangan Kota Palembang melaksanakan kegiatan ini untuk membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau. “Pasar murah kembali digelar sebagai upaya membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau,” ujarnya.
Elsa menambahkan bahwa pasar murah ini dilaksanakan dari 12 Juni 2026 hingga 19 Juni 2026 di lima kecamatan: Ilir Barat I, Ilir Timur II, Kertapati, Alang-alang Lebar, dan Ilir Timur Satu. “Saat bertransaksi di pasar murah akan diberikan potongan sebesar Rp 10 ribu,” tambahnya.
Berikut jadwal lengkap pasar murah di Kota Palembang:
- Jumat (12 Juni 2026) – Halaman warga di Lorong Muhajirin, Kecamatan Ilir Barat I
- Senin (15 Juni 2026) – Halaman Tugu Garuda Anjendam, Kecamatan Ilir Timur
- Rabu (17 Juni 2026) – Lapangan parkir Jalan Kiemas Rindo, Kecamatan Kertapati
- Kamis (18 Juni 2026) – Halaman warga Jalan Murni, Kecamatan Alang-alang Lebar
- Jumat (19 Juni 2026) – Halaman Rusunawa Jalan Kasnariansyah, Kecamatan Ilir Timur Satu
Elsa menjelaskan bahwa pasar murah juga bertujuan mengantisipasi kenaikan harga komoditas hortikultura serta hambatan distribusi dari produsen ke pasar tradisional. “Di pasar murah kita menjual beras SPHP dan juga MinyaKita, bekerja sama dengan para pemasok,” jelasnya.
Pemerintah memantau harga di pasar tradisional Kota Palembang. Beberapa komoditas masih menunjukkan tren kenaikan, seperti bawang merah dan cabai rawit merah serta hijau. Sebaliknya, harga cabai merah, telur ayam, dan daging ayam mengalami penurunan.
Setelah Idul Adha, Elsa menyoroti kenaikan harga beberapa bahan pokok. “Kenaikan ini dikarenakan pasokan yang belum stabil. Dan faktor cuaca ekstrem saat ini panas serta hujan yang tidak bisa diprediksi mengakibatkan produksi menurun,” katanya. Ia menambahkan, “Kalau komoditas langka itu alhamdulillah tidak ada, sudah stabil semua. Tapi memang masih ada kenaikan seperti cabai rawit dan bawang merah. Karena memang kalau tanaman hortikultura, apabila ada hujan ataupun cuaca ekstrem, pasti mengalami dampak, salah satunya harganya pasti naik.”
Dengan demikian, pasar murah di Palembang berfungsi sebagai mekanisme mitigasi inflasi dan distribusi barang, sekaligus memastikan ketersediaan bahan pokok bagi masyarakat selama periode perayaan dan kondisi pasar yang berfluktuasi.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Berita Terbaru
Polda Sumsel Nobar Piala Dunia 2026, Bansos bagi Ojek Online
Medan: Kartu AK1 Bisa Dapatkan Online lewat Siduta
Bajrakitiyabha Mahidol, Thailand, Meninggal 12 Juni 2026
Polres Gresik Siapkan Keamanan Hari Pengesahan PSHT
Bupati Subandi dan Wali Tanam Ribuan Pohon di Taman Flyover
Kebakaran Bukit Silvia: Puntung Rokok Sisa Memicu Api
Innova Reborn Tetap Unggul, Menjadi Pilihan Utama di Pasar
Hwang In‑beom: Scor dan Assist Pertama Piala Dunia 2026, Pemain Tahu Poin
Shopee FLEXI Buka Akses UMKM Export Internasional Tanpa Biaya