Warga Betung Bangun Jembatan 62 Meter Tanpa Dana APBD
Gambar atau konten salah?
Warga Desa Betung, Kecamatan Kumpeh, Kabupaten Muaro Jambi telah menorehkan prestasi pembangunan jembatan sepanjang 62 meter dan lebar 4 meter dengan biaya Rp 1,55 miliar. Proyek ini tidak menggunakan dana APBD, melainkan hasil swadaya dan sumbangan masyarakat.
Pembangunan jembatan berlangsung selama sekitar empat bulan. Pada fase awal, proses terhenti ketika debit air Sungai Kumpeh meningkat, namun warga tetap semangat. Gotong royong menjadi kunci, sehingga jembatan akhirnya selesai dan siap melintasi sungai.
Bupati Muaro Jambi, Bambang Bayu Suseno (BBS), mengapresiasi upaya warga. BBS menyatakan: "Saya memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada masyarakat Desa Betung. Ini bukan hanya membangun jembatan, tetapi membangun semangat kebersamaan dan kepedulian untuk kemajuan desa," ia ucapkan pada Jumat, 12 Juni 2026.
Ia menambahkan bahwa jembatan lama, yang berstruktur besi dan lebar sekitar dua meter, hanya dapat dilalui pejalan kaki dan kendaraan roda dua. Hal itu sering menghambat pengangkutan hasil pertanian dan perkebunan. Dengan jembatan baru, mobilitas warga akan lebih lancar karena kendaraan roda empat kini dapat melintasinya.
“Dengan adanya jembatan ini, distribusi hasil pertanian menjadi lebih mudah, biaya transportasi dapat ditekan, serta akses masyarakat menuju sekolah, layanan kesehatan, dan pelayanan pemerintahan menjadi lebih baik,” ujarnya.
BBS menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak bisa hanya bergantung pada pemerintah. Keterlibatan masyarakat menjadi modal sosial penting untuk mempercepat pemerataan pembangunan. Ia juga menyoroti bahwa jembatan ini bukan sekadar penghubung antarwilayah, melainkan simbol semangat kebersamaan yang masih hidup di tengah masyarakat.
“Apa yang dilakukan masyarakat Desa Betung membuktikan bahwa gotong royong masih menjadi kekuatan besar. Ketika masyarakat bersatu untuk tujuan yang sama, berbagai keterbatasan dapat diatasi bersama,” tegasnya.
Proyek ini menegaskan bahwa kolaborasi warga dapat menghasilkan infrastruktur vital tanpa dukungan dana pemerintah. Dengan jembatan baru, akses ke layanan penting menjadi lebih mudah, dan potensi ekonomi desa dapat berkembang lebih cepat.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
BBM Naik, Palembang Tetap Optimis Ekonomi Naik Car Free
Warga Palembang Waspada TB: Segera Tes, Obat, dan Masker
BMKG: Suhu Sumatera Selatan Normal, 25‑34°C, Panas Tinggi
Bansos PKH BPNT Juni 2026: Penyaluran Tahap Kedua Desil 1-4
Workshop UMKM Jambi: Inovasi Produk Kuliner Berbahan Sawit
Gubernur Sumsel: WFH Turunkan Biaya Perjalanan Dinas
Berita Terbaru
Meksiko Menang 2-0 di Piala Dunia 2026, Korea Selatan 2-1
Warga Betung Bangun Jembatan 62 Meter Tanpa Dana APBD
Indonesia Terkalah di Australian Open 2026, Alwi Farhan Laju
Pemerintah Revitalisasi 71.744 Sekolah Tahun 2026 Indonesia
12 Juni 2026: Melawan Pekerja Anak & Peringatan Nasional
Subsidi BBM: 20% Rumah Terkaya Terima Setengah, Revisi Usulan
BRI Perkenalkan Multiguna Purna: Dana Pensiunan Aktif
Bupati Subandi Tekankan Prioritas Jalan dan Banjir Sidoarjo