PDIP Jatim Gelar Halalbihalal, Tekankan Kebenaran Era Digital
Gambar atau konten salah?
On Sunday, 12 April 2024, the PDIP Jatim gathered at the Hotel Shangri-La Surabaya for a Halalbihalal ceremony. The event was part of the tradition that marks the end of Ramadan and aims to strengthen bonds in preparation for Lebaran 2026.
Chairperson Said Abdullah opened the ceremony by stressing two key points for the attendees. He said: "Saya hanya ingin menyampaikan dua hal pada bulan ibadah di bulan Syawal untuk kita di Jawa Timur. Yang pertama tentu siapa kita di Jawa Timur, untuk apa kita di Jawa Timur, bagaimana keberadaan kita di Jawa Timur, dan bagaimana perjuangan ke depan yang ingin dicapai di Jawa Timur," kata Said dalam sambutannya.
He then addressed the challenges of the era of post truth, warning that many people are caught between kebenaran and kebohongan. He urged members to remain clear about every piece of information circulating on social media. He said: "Kedua tentu kita tidak bisa menghindari berbagai kemajuan yang akhir-akhir ini kita nikmati bersama sekaligus meresahkan kita bersama. Hari ini kita diserbu informasi, ledakan informasi, distrupsi informasi sehingga terjadi kepalsuan di mana-mana, baik di sosial media karena setiap kita menjadi sumber kebenaran, kita menjadi sumber berita, dan setiap kita ingin berbicara," jelasnya.
During the gathering, he highlighted the importance of the Halalbihalal tradition, noting that it is a good practice to maintain. He said: "Halalbihalal sungguh sangat baik, ini tradisi kita, kita tunaikan setiap waktu di bulan Syawal. Tradisi ini perlu dijaga di tengah tradisi kepalsuan di mana-mana," jelasnya.
He also reflected on the difficulty of distinguishing truth from falsehood, even in the time of Prophet Muhammad, and called for preserving the tradition. He said: "Kita sulit membedakan banyak yang benar dan salah, kejujuran dan bohong, bahkan di zaman Rasulullah SAW, ada orang yang mengaku nabi dan membuat ayat tandingan. Oleh karena itu ayo kita jaga tradisi kita Halalbihalal," tandasnya.
The event underscored the need to uphold cultural practices while navigating the flood of information in the digital age. The remarks emphasize that preserving Halalbihalal can serve as a grounding point for community values.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Ratusan Monyet Ekor Panjang Turun ke Pasar, Cari Makan
Guru SD di Sidoarjo Naik Perahu Demi Mengajar saat Banjir Rob
Messi Geser Mbappe di Puncak Top Skor Piala Dunia
Penyebab Karhutla: dari Hal Sepele hingga Bencana
KAI Bantah Penguntit Penumpang Wanita di Supas adalah Pegawai
Banjir Rob Kalianak Semakin Parah, Warga Minta Dam Dibangun
Berita Terbaru
Prabowo Pilih Maung Mahal Demi Industri Dalam Negeri
Prabowo Akan Luncurkan Motor Listrik Nasional
Prabowo Resmikan Proyek LNG Masela, Tunggu 28 Tahun
Stok BBM Nasional Aman 14-40 Hari
PLN Diskon Tambah Daya 50% Sambut Tahun Ajaran Baru
Iran Ancam Hentikan Ekspor Energi Timur Tengah
Pemerintah Tetapkan 60% Gas Blok Masela untuk Domestik
Antrean BBM di Medan Kembali Normal
Prabowo Target Bangun 50 Pabrik Etanol Demi BBM Campur
Irak-Suriah Hidupkan Pipa Minyak Alternatif Hormuz
