Pelatihan Literasi AI & Keuangan untuk 20 Ribu Perempuan

Sigit W. · 3 min baca · 1 hari lalu · 15 dibaca
Bisik.id
Pelatihan Literasi AI & Keuangan untuk 20 Ribu Perempuan

Gambar atau konten salah?

Program Pendidikan Perempuan Pandai dan Berdaya: Literasi Keuangan & Digital AI diluncurkan oleh NU Care-LAZISNU bekerja sama dengan Unilever Indonesia Foundation untuk memperkuat kemampuan perempuan dalam menghadapi era digital. Program ini bertujuan agar perempuan lebih adaptif, mandiri, dan berdaya.

Program dijalankan mulai Februari 2026 dan akan berakhir pada 24 Mei 2026. Kegiatan berlangsung secara daring dan luring di delapan wilayah, yaitu Kabupaten Bangkalan, Gresik, Sidoarjo, dan Jombang di Jawa Timur, serta Lampung Utara, Lampung Selatan, Metro, dan Tulang Bawang Barat di Provinsi Lampung.

Menurut Moesafa, sekretaris LAZISNU PBNU, perempuan memiliki peran penting dalam keluarga dan masyarakat. Ia menegaskan, “Perempuan hari ini memiliki peran yang sangat besar, baik di lingkungan keluarga maupun masyarakat. Karena itu, mereka perlu dibekali kemampuan literasi digital serta literasi keuangan agar tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu memanfaatkannya untuk hal-hal yang produktif dan bermanfaat,” ujar Moesafa dalam keterangannya, Rabu, 10 Juni 2026.

Moesafa menjelaskan bahwa kolaborasi antara NU Care-LAZISNU dan Yayasan Unilever Indonesia merupakan bagian dari upaya memperluas akses pendidikan dan penguatan kapasitas perempuan, khususnya di lingkungan pesantren dan komunitas akar rumput.

Wakil Direktur Fundraising, Humas dan IT NU Care-LAZISNU PBNU, Anik Rifqoh, menambahkan, “Program Perempuan PandAI dan Berdaya merupakan kolaborasi untuk menghadirkan pendidikan inklusif yang mampu menjangkau perempuan dari berbagai latar belakang.” Ia menegaskan bahwa program ini telah berjalan sejak Februari 2026, menyasar sekitar 20 ribu perempuan di berbagai daerah Indonesia, dengan rentang usia 12 hingga 45 tahun. Kegiatan literasi dilakukan secara daring maupun tatap muka. Untuk peserta daring tercatat mencapai 15.172 orang, sementara literasi offline diikuti 4.002 peserta.

Anik menjelaskan bahwa pihaknya menggandeng para trainer yang merupakan alumni pelatihan sebelumnya. Selain itu, NU Care-LAZISNU juga melibatkan master trainer berpengalaman untuk memastikan materi dapat dipahami dan diterapkan secara efektif oleh peserta.

Di sisi lain, Nurdiana Darus, Director of Communications, Corporate Affairs & Sustainability Unilever Indonesia, menyatakan bahwa program ini sejalan dengan komitmen perusahaan dalam mendorong inklusi ekonomi dan digital bagi perempuan Indonesia. Ia berkata, “Kami Unilever Indonesia berusaha untuk selalu berkomitmen penuh mendampingi perempuan Indonesia agar berdaya, mandiri, dan mampu beradaptasi di era digital melalui kolaborasi bersama NU Care-LAZISNU dalam Program Perempuan PandAI & Berdaya. Kami percaya, ketika seorang perempuan berdaya seperti menguasai manajemen finansial & teknologi AI secara bijak, dampak positifnya tidak hanya akan dirasakan oleh dirinya sendiri, melainkan juga akan membawa dampak yang baik bagi kesejahteraan keluarga dan komunitas di sekitarnya.”

Program ini mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat. Lebih dari 4.000 perempuan dari berbagai latar belakang ikut berpartisipasi, mulai dari pelajar, santri putri, mahasiswi, guru, pelaku UMKM, hingga ibu rumah tangga.

Salah satu peserta, Siti Mutaibah (42) asal Sidoarjo, mengaku memperoleh banyak manfaat dari materi yang diberikan, khususnya terkait pemanfaatan AI dalam aktivitas sehari-hari. Ia mengatakan, “AI ini sangat mempermudah kami, di antaranya dalam membuat banner, flyer, maupun kebutuhan lainnya, apalagi sekarang adalah zamannya media sosial.” Ia menilai materi literasi keuangan memberikan pemahaman penting bagi perempuan dalam mengatur dan mengelola keuangan keluarga secara bijak. “Seorang perempuan harus mampu mengatur uang, menyimpan uang, dan mengelola keuangan dengan baik. Kami sangat berterima kasih atas materi yang telah diberikan,” tambahnya.

Senada, peserta lainnya, siswa SMA Negeri 2 Kalianda, Lampung Selatan, Diah Ageng Lisnani merasa senang dapat mengikuti pelatihan tersebut secara gratis. Ia mengungkapkan, “Terima kasih NU Care-LAZISNU dan Unilever sudah kasih ilmu ini gratis, seru dan bermanfaat.”

Dengan lebih dari 20 ribu perempuan yang telah terjangkau, program ini menunjukkan bahwa kolaborasi antara lembaga sosial dan perusahaan dapat memperluas akses pendidikan digital dan keuangan bagi perempuan. Hasilnya, banyak peserta yang merasa lebih siap mengelola keuangan keluarga dan memanfaatkan teknologi AI dalam kehidupan sehari‑hari, sehingga mereka menjadi lebih mandiri dan berdaya serta dapat berkontribusi pada ketahanan keluarga dan masyarakat di tengah perkembangan teknologi yang terus berkembang.

Program Perempuan Pandai dan BerdayaLiterasi KeuanganLiterasi Digital AINU Care-LAZISNUUnilever Indonesia FoundationKolaborasi Sosial PerusahaanPemberdayaan Perempuan

Komentar

Memuat komentar...