Pemain Spanyol Kecam Komentar Rasis Rajoy soal Timnas Prancis
Gambar atau konten salah?
Mantan Perdana Menteri Spanyol, Mariano Rajoy, membuat pernyataan kontroversial yang dianggap rasis terhadap Timnas Prancis. Dalam kolomnya di media El Debate, Rajoy menulis bahwa Prancis tidak memiliki pemain asli Prancis, merujuk pada fakta bahwa sebagian besar pemain Les Bleus adalah keturunan imigran.
"Prancis dua kali menjadi juara Piala Dunia, mereka berada di peringkat nomor satu FIFA, dan merupakan tim yang kuat. Mereka akan menjadi lawan tangguh bagi Spanyol, meskipun tidak memiliki pemain Prancis asli," tulis Rajoy dalam kolomnya.
Pernyataan itu langsung menuai reaksi dari para pemain Spanyol. Bek Pau Cubarsi angkat bicara dan menekankan pentingnya toleransi. "Jika mereka bermain untuk tim nasional Prancis, pada akhirnya mereka adalah orang Prancis, terlepas dari warna kulit mereka. Kita harus bersikap toleran terhadap semua orang," kata Cubarsi kepada radio Catalan RAC1, seperti dilansir ESPN. "Warna kulit tidaklah penting, karena kita semua adalah manusia dan layak dihormati," tambah bek Barcelona itu.
Striker Borja Iglesias juga menyayangkan komentar Rajoy. Ia justru melihat keberagaman sebagai kekayaan Prancis. "Ini mengejutkan saya karena kita masih berada di titik itu (bersikap rasis). Kekayaan kita justru terletak pada keberagaman asal-usul kita," ujarnya, seperti dikutip dari Onze Mondial. "Prancis juga sangat kaya di banyak bidang berkat keragaman asal-usul penduduknya. Pemain nasional kami juga mencerminkan multikulturalitas yang sama. Saya pikir kekayaan sejati negara kita justru ada pada keragaman ini," katanya.
Tulisan Rajoy muncul menjelang pertandingan semifinal Piala Dunia 2026 antara Prancis dan Spanyol. Laga tersebut dijadwalkan berlangsung pada Rabu, 15 Juli 2026.
Kolom Rajoy menyoroti bagaimana isu ras dan identitas nasional masih menjadi perdebatan di Eropa, terutama dalam konteks sepak bola. Para pemain Spanyol justru memilih untuk membela rekan-rekan mereka di Prancis, menegaskan bahwa kewarganegaraan tidak ditentukan oleh warna kulit atau latar belakang etnis.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Luke Vickery Resmi Jadi WNI, Siap Bawa Indonesia ke Piala Dunia 2030
Mourinho Senang Prancis dan Inggris Gagal ke Final Piala Dunia
Strategi Bertahan Tuchel Hancurkan Inggris
Argentina ke Final usai Kalahkan Inggris di Semifinal
Messi Geser Mbappe di Puncak Top Skor Piala Dunia
Saliba Operasi Punggung, Absen Lima Bulan
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
