Pemerintah Indonesia Dorong Data Center, AI, Keamanan Siber
Gambar atau konten salah?
Percepatan pembangunan ekosistem data center, AI, dan keamanan siber menjadi prioritas utama pemerintah Indonesia. Langkah ini diharapkan dapat menumbuhkan ekonomi nasional hingga 8 % di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka. Pemerintah menegaskan bahwa Indonesia tidak sekadar pasar teknologi digital, melainkan harus menjadi pemain kunci dalam ekosistem digital global.
Pemerintah memperkuat infrastruktur digital sesuai amanat Peraturan Presiden Nomor 4 Tahun 2026 tentang Satuan Tugas Percepatan Pertumbuhan Ekonomi. Peraturan tersebut menempatkan data center, AI, dan keamanan siber sebagai pilar strategis pertumbuhan ekonomi nasional.
Ali Murtopo Simbolon, Deputi Koordinasi Perdagangan dan Ekonomi Digital Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI, menegaskan bahwa transformasi digital menjadi faktor penting menuju visi Indonesia Emas 2045. Ia berkata, “Infrastruktur digital yang tangguh-data center, AI, dan keamanan siber-adalah fondasi yang akan menopang pertumbuhan ekonomi berkelanjutan Indonesia,” ujarnya dikutip Jumat (22 Mei 2026).
Aju Widia Sari, Direktur Kecerdasan Artifisial dan Ekosistem Teknologi Baru Ditjen Ekosistem Digital Kementerian Komunikasi dan Digital RI, menambahkan bahwa percepatan pembangunan data center dan penguatan ekosistem AI kini bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan strategis nasional. Ia menilai kolaborasi antara pemerintah, industri, dan asosiasi menjadi kunci agar Indonesia mampu bersaing dalam ekonomi digital global. “Indonesia tidak boleh hanya menjadi konsumen teknologi, tetapi harus menjadi pelaku aktif dalam ekosistem digital global,” ucapnya.
Di tengah percepatan transformasi
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Google Ungkap Cara Jitu Kendalikan Biaya Token AI
Logitech Rilis Kamera AI yang 'Hilang' untuk Ruang Rapat
Iran Eksploitasi Celah SS7 untuk Lacak Tentara AS
Prediksi Final Piala Dunia 2026 Viral, Netizen Curiga
Cyber Breaker Season 3: Peserta Melonjak ke 916
Piala Dunia 2026: 48 Tim, Tiga Negara, Hadiah Fantastis