Pemerintah Salurkan Bantuan Beras Rp75,4 Miliar ke NTT

Dwi H. · 2 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
Pemerintah Salurkan Bantuan Beras Rp75,4 Miliar ke NTT

Gambar atau konten salah?

Pemerintah meluncurkan bantuan pangan berupa beras senilai Rp 75,4 miliar untuk warga yang terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memerintahkan Bulog untuk mengonsolidasikan bantuan pangan ke wilayah bencana tersebut.

Total bantuan pangan mencapai 5.386 ton beras. Jumlah ini terdiri dari bantuan bencana dan bantuan pangan reguler. Bantuan diberikan untuk empat kabupaten di NTT, yaitu Kabupaten Manggarai, Kabupaten Manggarai Timur, Kabupaten Ngada, dan Kabupaten Sikka.

"Dalam kondisi seperti ini, negara hadir dan bergerak cepat. Kami pastikan bantuan beras disalurkan untuk membantu memenuhi kebutuhan pangan masyarakat terdampak gempa di Nusa Tenggara Timur," ujar Amran dalam keterangannya pada Senin, 17 Agustus 2026.

Rincian bantuan untuk setiap kabupaten adalah sebagai berikut:

  • Kabupaten Manggarai: 31,63 ton bantuan bencana dan 1.799 ton bantuan pangan reguler.
  • Kabupaten Manggarai Timur: 153 ton bantuan bencana dan 1.661 ton bantuan pangan reguler.
  • Kabupaten Ngada: 8,06 ton bantuan bencana dan 444,21 ton bantuan pangan reguler.
  • Kabupaten Sikka: 6,88 ton bantuan bencana dan 1.281,36 ton bantuan pangan reguler.

Khusus untuk bantuan kebencanaan, total beras yang dialokasikan mencapai 200,35 ton. Bantuan ini ditujukan untuk mendukung kebutuhan pangan masyarakat yang terdampak langsung dan berada dalam kondisi darurat.

Amran yang juga menjabat sebagai Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) mengatakan, pihaknya bersama Perum Bulog dan Pemerintah Daerah terus memperkuat koordinasi. Tujuannya agar bantuan dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan, termasuk wilayah yang mengalami kendala akses akibat dampak bencana.

Menurut Amran, dukungan pemerintah tidak hanya difokuskan pada kebutuhan pangan dalam masa tanggap darurat. Pemerintah juga memastikan bantuan pangan reguler tetap berjalan. Dengan begitu, masyarakat di wilayah terdampak tetap memperoleh dukungan pemenuhan kebutuhan pangan.

"Penanganan pangan dalam situasi bencana tidak boleh berhenti pada bantuan darurat. Kita juga harus memastikan masyarakat tetap memiliki akses pangan setelah masa tanggap darurat. Karena itu, bantuan bencana dan bantuan pangan reguler kita jaga secara bersamaan," jelas Amran.

Bantuan ini menunjukkan bahwa pemerintah berupaya menangani kebutuhan pangan masyarakat tidak hanya saat darurat, tetapi juga setelahnya. Dengan menggabungkan bantuan bencana dan bantuan reguler, diharapkan pasokan beras tetap tersedia bagi warga yang rumah dan mata pencahariannya terganggu akibat gempa.

bantuan panganberasgempa bumiNusa Tenggara TimurBulogkebutuhan panganpemerintah

Komentar

Memuat komentar...