Pemkot Medan Mulai Pendataan Anak Gizi Buruk Pasca Ramadan
Gambar atau konten salah?
Rabu, 25 Maret 2026, Pemkot Medan menggelar apel pertama setelah libur lebaran di Balai Kota. Acara ini dihadiri oleh pejabat dan masyarakat setempat.
Wali Kota Rico Waas membuka sesi dengan cerita pribadi. Ia menjelaskan bahwa ia masih menemukan anak dengan gizi buruk di Kecamatan Medan Denai. “Kami baru saja menemukan di Kecamatan Medan Denai sebuah keluarga yang punya problem yang sejatinya tidak boleh terjadi di kota besar seperti kita ini. Apa itu? Seorang anak dengan gizi buruk. Memang kondisi finansial ini salah satu faktor yang membuat terjadinya hal tersebut,” ujarnya.
Rico menambahkan detail tentang korban. Anak tersebut berusia 12 tahun dengan bobot 11 kilogram. Menurutnya, anak itu membutuhkan tambahan darah dan perawatan intensif. Ia mengakui, sejauh ini belum ada data akurat terkait jumlah anak dengan gizi buruk di Medan.
Wali Kota menegaskan pentingnya data. “12 tahun dengan bobot 11 kg ini termasuk menjadi perhatian kita di mana di kota kita masih ada anak dengan gizi buruk. Oleh sebab itu kami perintahkan kepada seluruh wilayah, camat, lurah kami minta seluruh data anak di Kota Medan yang memiliki potensi gizi buruk tadi,” tambahnya.
Ia memanggil seluruh aparatur kewilayahan untuk melakukan pendataan. “Kami minta beberapa waktu ke depan berikan datanya kepada kami, mari kita semuanya,” ungkapnya.
Rico juga mengingatkan aparat sipil negara di lingkungan Pemkot Medan untuk memaksimalkan tugas setelah melewati Bulan Ramadan. “Kami tidak ingin ada anak di Medan terkena gizi buruk, bahkan yang bisa mengancam kejiwaan. Ini tidak boleh terjadi lagi. Ini kami sampaikan sudah banyak hal yang harus kita laksanakan. Khususnya di momen usai Ramadan ini,” tutupnya.
Upaya ini menandai langkah awal pemerintah kota untuk mengidentifikasi dan menanggulangi masalah gizi buruk di wilayahnya. Dengan data yang lebih lengkap, diharapkan program intervensi dapat dirancang secara tepat sasaran, sehingga setiap anak di Medan dapat tumbuh sehat tanpa risiko gizi buruk yang dapat memengaruhi kesehatan fisik dan mental mereka.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Raffi Ahmad Operasi Benjolan Bahu Setelah Haji, Tertutup
Lirik Lagu Timur: Rindu dan Harapan di Jarak Jauh Menyusuri
SIM Baru Kini Verifikasi Wajah, Mulai 1 Juli 2026 Indonesia
Jaga Kolam Ikan Rumah Bersih: Tips Pembersihan dan Nutrisi
Zamzam: Air Suci Terus Mengalir Meski Dipompa 24 Jam
Habonaron: Kepercayaan Asli Simalungun yang Masih Hidup
Berita Terbaru
Perpres No.27 2026 Turunkan Komisi Ojek Online Jadi 8%
Riquelme Tantang Perez: Janji Haaland & Beban Anggota
UEA Berhenti Ujian Internasional, Pindah Online Kini
Damri: Rute Bus Palembang–Lampung, Harga Rp 200–228 Ribu
Raffi Ahmad Operasi Benjolan Bahu Setelah Haji, Tertutup
Kementerian Agama Tetapkan 16 Juni 2026 sebagai Puasa 1 Muharram
Bom Incendiary Ditemukan dan Dimusnahkan di Sungai Ariyau, Jayapura
Peternak Sapi Perah Dusun Brau Siap Hadapi Musim Kemarau
Prabowo Luncurkan Program Makan Bergizi Gratis di Sentul
Indonesia Open 2026: 16 Besar di Istora Senayan, Menang
