Pencari Kerja Senior, Terhalang Usia

Iwan D. · 2 min baca · 5 jam lalu · 31 dibaca
Bisik.id
Pencari Kerja Senior, Terhalang Usia

Gambar atau konten salah?

Di tengah riuhnya pengunjung yang memadati bursa kerja di Gedung SMESCO, Jakarta Selatan, ada cerita yang jarang terlihat. Bukan hanya anak muda yang baru lulus kuliah yang berburu lowongan. Para pencari kerja senior pun ikut berjuang, dan perjuangan mereka terasa lebih berat.

Salah satunya adalah Noven (39), warga Kramat Jati, Jakarta Timur. Sejak tahun 2022, ia sudah berkeliling mencari pekerjaan formal. Hari Jumat, 23 Oktober 2026, ia kembali mencoba peruntungan di job fair tersebut.

Sebelum menjadi pencari kerja, Noven punya usaha fotokopi. Pandemi COVID-19 menghantam bisnisnya. Sekolah dan perkantoran mulai beralih ke sistem digital. Usahanya pun gulung tikar. "Wirausaha saya sebelumnya, usaha fotokopi. Cuman gara-gara Covid-19 ya kita mundur," katanya saat ditemui di lokasi.

Sekarang, Noven bekerja sebagai pengemudi ojek online. Sambil menyetir, ia terus melamar kerja. Sudah empat tahun ia mengirimkan CV lewat berbagai portal lowongan. Ia juga mengikuti pelatihan kerja. "Paling seminggu sekali saya kirim CV ke mana. Saya kan sambil jadi driver online kan. Jadinya yang sambil cari kerja juga," ujarnya.

Masalahnya bukan pada kemampuan. Noven sudah mengikuti pelatihan di bidang IT dan jaringan komputer. Ia menguasai keahlian tersebut. Tapi ada tembok lain yang menghadang: batas usia.

"Kendala umur sih saya, jadi susah masuk ke syarat perusahaan," ungkap Noven.

Pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan memang sudah mengimbau perusahaan untuk tidak lagi membeda-bedakan pelamar berdasarkan usia. Tapi di lapangan, Noven masih sering melihat syarat batas usia tercantum jelas di pengumuman lowongan.

Lewat acara seperti job fair ini, Noven berharap ada perubahan. Ia ingin program pelatihan kerja dari pemerintah tidak hanya memberi keterampilan. Tapi juga punya jalur penempatan yang jelas. Dan yang paling penting, tanpa hambatan usia.

"Harapannya ya itu, kalau ada dari pemerintah ya pelatihan yang bisa langsung nyalurin kerja, match-match-nya itu benar-benar pas gitu, dan enggak terbatas akan umur, hanya skill yang dinilai, kayak di luar negeri lah gitu kalau bisa," pungkasnya.

Cerita Noven menggambarkan kenyataan pahit yang dihadapi banyak pencari kerja di atas usia tertentu. Meski pemerintah sudah mengeluarkan imbauan, praktik diskriminasi usia masih terjadi. Bagi mereka, keterampilan saja tidak cukup. Usia masih menjadi penentu utama apakah lamaran mereka akan dilirik atau tidak.

diskriminasi usiapencari kerja seniorbursa kerjapelatihan kerjabatas usiapengemudi ojek online

Komentar

Memuat komentar...