Pencuri Terjun Rumah 71 Tahun di Searcy, 5 Polisi Tangkap

Sigit W. · 3 min baca · 26 hari lalu · 61 dibaca
Bisik.id
Pencuri Terjun Rumah 71 Tahun di Searcy, 5 Polisi Tangkap

Gambar atau konten salah?

Dutch berusia 71 tahun dan istrinya Sharon berusia 70 tahun tinggal di sebuah rumah di kota Searcy, Amerika Serikat. Beberapa hari sebelum kejadian, keduanya mulai merasakan ada sesuatu yang tidak beres di rumah mereka.

Sharon menemukan bahwa beberapa barang di dalam rumah telah berpindah posisi tanpa alasan. Sebuah pot berisi tanah yang biasanya kering kini tampak basah, sepatu kerja milik Dutch hilang dari tempat biasa, dan sebuah kursi makan yang jarang dipakai bergeser. Ia juga menemukan bungkus cokelat Whitman's Sampler yang sudah terbuka, setengah isinya sudah dimakan di tangga rumah. Menurut Sharon, tidak ada orang yang menyentuh cokelat tersebut.

Awalnya, Sharon menduga bahwa suaminya mungkin saja melakukan perubahan itu. Namun Dutch menolak tuduhan tersebut. Situasi membuat Sharon mulai meragukan apakah suaminya mulai melupakan hal-hal kecil.

Ketegangan memuncak ketika keduanya pergi ke gereja untuk mengikuti kelas belajar Alkitab. Di tengah kegiatan, Sharon memutuskan pulang lebih dulu. Ia ingin bertemu putrinya, Cherisse Gregory, dan menceritakan kejadian aneh yang dialaminya di rumah.

Cherisse datang bersama suaminya, Mark. Setelah mendengar cerita Sharon, ketiganya memutuskan untuk memeriksa seluruh bagian rumah, mulai dari lantai atas hingga ruang bawah tanah. Saat berada di lantai bawah, Sharon merasa ada yang tidak beres dengan kotak penyimpanan dekorasi Natal miliknya. Kotak tersebut tampak bergeser seolah baru saja ditarik keluar.

Ketika mendekati kotak itu, Sharon tiba-tiba melihat sepasang kaki yang mengenakan celana jeans berdiri di balik tumpukan barang. Ia langsung mundur ketakutan dan memanggil suaminya. Mark kemudian mengambil tongkat bisbol dan memukul dinding di sekitar tumpukan kotak sambil meminta pria tersebut keluar. Dalam suasana tegang itu, Sharon akhirnya melihat langsung sosok asing yang selama ini diduga bersembunyi di rumah mereka. Menurutnya, pria tersebut memiliki tubuh berotot.

Sharon segera menghubungi polisi dan meminta Dutch pulang ke rumah. “Ada seorang pria di rumah kita,” kata Dutch mengulang ucapan istrinya malam itu. Saat Dutch tiba di rumah, lima anggota polisi sudah berada di lokasi dan mengamankan pria tersebut.

Menurut hasil pemeriksaan polisi, pria itu masuk ke area rumah pada akhir pekan setelah menerobos kawat berduri di halaman. Ia kemudian masuk ke dalam rumah pada Selasa ketika mendengar Dutch pergi keluar rumah, sementara Sharon masih berada di dalam. Setelah Sharon meninggalkan rumah, pria tersebut diduga bersembunyi di ruang bawah tanah.

Polisi juga menemukan bahwa kotak dekorasi Natal bergeser karena pelaku mengambil dua bantal untuk digunakan beristirahat. Ia bahkan memakai seprai bersih sebagai alas tidur. Selama berada di rumah itu, pria tersebut juga mengambil sejumlah makanan dan minuman, mulai dari susu, jus, jeruk, pisang, sekaleng buah persik, hingga sup kalengan.

Setelah ditangkap, pria itu didakwa melakukan perampokan rumah dan pencurian barang senilai kurang dari US$1.000 atau sekitar Rp17 juta. Meski demikian, Sharon mengaku lebih kesal karena pelaku menggunakan bantal Natal favorit miliknya.

“Orang-orang mengatakan bahwa sekarang kita harusnya pindah. Tetapi, ini adalah insiden pertama yang saya dengar dan ini kebetulan,” ujar Dutch. Meski sempat mengalami kejadian mengerikan, pasangan lansia itu memutuskan tetap tinggal di rumah mereka. Namun, kini mereka menjadi jauh lebih waspada.

“Sekarang setiap kali kami keluar rumah, kami mengunci pintu. Kami telah belajar dari kesalahan kami,” ungkapnya. Dengan pengalaman ini, mereka kini lebih berhati-hati dan lebih sadar akan keamanan rumah mereka, meskipun tetap berusaha menjaga kehidupan sehari-hari tanpa perubahan drastis.

Perampokan RumahKeamanan RumahPolisiLansiaKejadian MengerikanKawat BerduriKediaman Searcy

Komentar

Memuat komentar...