Wasit Asing IBL 2026 Tak Memuaskan, Butuh Pengembangan Lokal

Hari W. · 2 min baca · 1 menit lalu · 1 dibaca
Bisik.id
Wasit Asing IBL 2026 Tak Memuaskan, Butuh Pengembangan Lokal

Gambar atau konten salah?

Wasit asing yang hadir di fase Playoffs IBL 2026 masih belum memuaskan bagi banyak penggemar. Mereka dipandang tidak mampu meningkatkan kualitas pertandingan secara signifikan.

Ilham Patria, seorang pengamat basket sekaligus content creator, mengangkat isu ini dalam video berjudul Satu Peluit Ubah Game. “Satu keputusan wasit bisa mengubah momentum pertandingan, bahkan menentukan hasil akhir laga. Karena itu, kualitas dan konsistensi officiating menjadi aspek yang sangat penting dalam kompetisi profesional,” ujarnya.

Kontroversi muncul di beberapa momen penting. Pada Game 1 semifinal antara Satria Muda Pertamina Jakarta dan Bogor Hornbills, pemain Satria Muda, Shandy Ibrahim, tidak mendapat ruang pendaratan yang memadai saat mencoba tembakan. Namun, wasit tidak menilai pelanggaran. Momen ini menimbulkan kritik luas.

Di Game 2 semifinal antara Pelita Jaya Jakarta dan Dewa United Banten, pelatih Dewa United, Augustí Julbe, menerima technical foul di babak pertama tanpa peringatan sebelumnya. Selain itu, pada possession terakhir Game 1, kontak antara Troy Gillenwater dan Perrin Buford masih menjadi bahan perdebatan tentang interpretasi pelanggaran di momen krusial.

Ilham menegaskan bahwa keberadaan wasit asing tidak cukup untuk menghilangkan kontroversi. “Wasit asing bisa menjadi benchmark dan sarana transfer ilmu. Namun kehadiran mereka bukan jaminan bahwa seluruh keputusan di lapangan akan bebas dari kontroversi,” katanya. Ia menyoroti perlunya fokus pada pengembangan wasit lokal Indonesia agar kompetisi dapat tumbuh berkelanjutan.

Menurutnya, beberapa faktor penting untuk menciptakan wasit berkualitas meliputi peningkatan kesejahteraan, sistem evaluasi berbasis performa, program pendidikan berkelanjutan, dan kesempatan memimpin pertandingan internasional. “Keberhasilan sesungguhnya adalah ketika pertandingan-pertandingan terbesar di Indonesia dapat dipimpin oleh wasit Indonesia dengan standar yang sama baiknya di tingkat internasional,” ujarnya.

Dengan demikian, meski IBL 2026 telah mengadopsi wasit asing, masih ada tantangan besar dalam memastikan keputusan di lapangan tetap adil dan konsisten. Pengembangan wasit lokal menjadi kunci untuk mencapai standar internasional dan mengurangi kontroversi di masa depan.

Komentar

Memuat komentar...