Pengawet Makanan Meningkatkan Risiko Hipertensi 29% Prancis

Lia N. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 85 dibaca
Bisik.id
Pengawet Makanan Meningkatkan Risiko Hipertensi 29% Prancis

Gambar atau konten salah?

Bahan pengawet yang biasa ditemui di makanan kemasan kini dikaitkan dengan peningkatan risiko tekanan darah tinggi, serangan jantung, dan stroke. Temuan ini muncul dari penelitian terbaru yang dilakukan oleh para peneliti di Prancis.

Hasilnya dipublikasikan di European Heart Journal dan menunjukkan bahwa konsumsi beberapa jenis pengawet tertentu dapat meningkatkan risiko hipertensi sebesar 29 % dan risiko serangan jantung serta stroke sebesar 16 %.

Penelitian tidak hanya menyoroti pengawet sintetis. Pengawet antioksidan yang sering dianggap “alami”, seperti asam sitrat dan asam askorbat (vitamin C), juga dikaitkan dengan peningkatan risiko hipertensi sebesar 22 % pada orang yang sering mengonsumsi makanan yang mengandung zat tersebut.

“Zat yang ditemukan secara alami dalam buah dan sayur tidak sama dengan bentuk tambahan yang digunakan sebagai pengawet makanan,” ujar penulis senior studi Mathilde Touvier. Ia menegaskan bahwa asam askorbat tambahan yang diproduksi secara kimia dapat memiliki dampak kesehatan berbeda dibandingkan vitamin C alami dari makanan segar.

Studi ini melibatkan lebih dari 112 000 orang di Prancis yang dipantau pola makannya sejak 2009. Peserta diminta mencatat makanan dan minuman yang dikonsumsi, termasuk mereknya, sehingga peneliti dapat menganalisis kandungan pengawetnya.

Berikut beberapa pengawet yang paling sering dikaitkan dengan hipertensi:

  • Naftrit natrium – umum dipakai pada daging olahan seperti bacon, ham, dan sosis.
  • Sorbat kalium – banyak ditemukan pada produk seperti roti, keju, dan saus.

Penulis utama, Anaïs Hasenböhler, menegaskan bahwa pengawet kini sudah digunakan secara luas di berbagai jenis makanan, tidak hanya pada makanan ultra‑proses. “Tidak ada satu jenis makanan tertentu yang cukup dihindari untuk menyelesaikan masalah ini,” katanya.

Meski begitu, para peneliti tetap menyarankan masyarakat untuk memperbanyak konsumsi makanan segar dan minim proses. Untuk pilihan praktis, makanan beku dinilai lebih baik dibanding produk dengan banyak tambahan bahan pengawet.

Di sisi lain, profesor ilmu pangan dari University of Reading, Inggris, Gunter Kuhnle mengingatkan bahwa pengawet tetap memiliki fungsi penting dalam industri pangan. “Bahan pengawet membantu mencegah makanan cepat rusak, mengurangi limbah makanan, dan memperpanjang masa simpan,” pungkasnya.

Secara keseluruhan, penelitian ini menyoroti bahwa penggunaan pengawet, baik sintetis maupun alami, dapat memengaruhi kesehatan jantung dan tekanan darah. Menambah asupan makanan segar dan mengurangi produk dengan banyak tambahan tetap menjadi strategi sederhana untuk mengurangi risiko tersebut.

pengawet makananhipertensiserangan jantungstrokeasam askorbatNaftrit natriumSorbat kalium

Komentar

Memuat komentar...