Penglipuran Festival 2026 Target Kurang, Fokus ke Kualitas

Arif S. · 2 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
Penglipuran Festival 2026 Target Kurang, Fokus ke Kualitas

Gambar atau konten salah?

Wayan Sumiarsa, Manajer Desa Wisata Penglipuran, mengumumkan bahwa Penglipuran Festival akan kembali digelar pada tanggal 9 hingga 11 Juli 2026. Acara tahunan ini berlangsung di Desa Wisata Penglipuran, Kabupaten Bangli. Meskipun festival tetap diprediksi menarik ribuan wisatawan, ada perubahan strategi dalam penyelenggaraannya tahun ini.

Sumiarsa menyampaikan pernyataan tersebut di Denpasar pada Senin, 22 Juni 2026. Ia menjelaskan bahwa target pengunjung tahun ini lebih rendah dibandingkan tahun lalu. "Kami targetkan 3 ribu hingga 4 ribu wisatawan per hari. Tahun lalu ada 5 ribu, dan itu dianggap over capacity. Jadi tahun ini kami batasi targetnya menjadi 4 ribu saja," ujarnya.

Penglipuran Festival 2026 akan lebih fokus pada peningkatan kualitas penyelenggaraan. Konsepnya adalah memberikan pengalaman kepada pengunjung yang mencakup empat hal: something to do, something to learn, something to see, dan something to buy. Pendekatan ini menjadi dasar penurunan target jumlah kunjungan dibandingkan tahun sebelumnya.

Pengurangan target jumlah wisatawan ini diyakini akan berdampak positif bagi masyarakat Penglipuran. Dengan lebih fokus pada kualitas, diharapkan ekonomi masyarakat setempat bisa meningkat. Hal ini memungkinkan mereka untuk tetap menjaga adat istiadat dengan baik.

Di sisi lain, Penglipuran Festival 2026 juga menghadapi kondisi ekonomi Indonesia yang kurang stabil. Meskipun demikian, Sumiarsa yakin festival tetap bisa menjangkau wisatawan dari berbagai segmen.

Saat ini, Desa Wisata Penglipuran mulai banyak dikunjungi wisatawan dari Eropa dan China. Jumlah mereka mencapai sekitar 20 persen dari total kunjungan. Sumiarsa mengatakan kondisi ini berbeda dengan tahun sebelumnya. Tahun lalu, kunjungan wisatawan mancanegara masih didominasi oleh wisatawan Asia. Sementara itu, wisatawan domestik tetap menjadi kelompok terbesar dengan porsi sekitar 80 persen.

Sumiarsa berharap Desa Wisata Penglipuran tidak hanya dikenal karena keindahan alamnya. Ia ingin desa ini juga dikenal sebagai destinasi edukatif yang memperkenalkan adat dan budaya lokal. Dengan demikian, wisatawan bisa mendapatkan pengalaman yang berbeda saat berkunjung. "Dengan itu, akan menjadi sebuah pengalaman bagi wisatawan yang berkunjung ke Penglipuran," katanya.

Secara keseluruhan, festival ini menunjukkan pergeseran fokus dari kuantitas pengunjung ke kualitas pengalaman. Penyelenggara berusaha menyeimbangkan antara daya tarik wisata, pelestarian budaya, dan kondisi ekonomi yang ada.

Penglipuran Festivaltarget pengunjungkualitas pengalamanwisatawan domestikwisatawan Eropapelestarian budayaedukatif

Komentar

Memuat komentar...