Penjualan Daihatsu Naik 25%, Pangsa Pasar Capai 17,4%

Wulan M. · 2 min baca · 1 menit lalu · 1 dibaca
Bisik.id
Penjualan Daihatsu Naik 25%, Pangsa Pasar Capai 17,4%

Gambar atau konten salah?

Depok — Penjualan mobil Daihatsu di Indonesia sepanjang tahun 2026 menunjukkan angka yang menggembirakan. Di tengah perlambatan ekonomi global dan nasional, merek asal Jepang ini berhasil mempertahankan posisinya sebagai merek mobil terlaris nomor dua di Indonesia. Lantas, apa yang membuat penjualan mereka tetap stabil?

Menurut Sri Agung Handayani, Marketing Director sekaligus Corporate Communication Director PT Astra Daihatsu Motor (ADM), kondisi pasar secara keseluruhan membaik jika dibandingkan tahun sebelumnya. "Angkanya itu meningkat 9-10%. Jadi sebenarnya secara market itu meningkat, baik wholesales maupun retail, meningkat dua-duanya. Artinya ada indikasi, ada pertumbuhan positif," ujar Agung saat berbicara dengan wartawan di Depok pada Minggu, 21 Juni 2026.

Agung menjelaskan, beberapa segmen kendaraan menunjukkan pertumbuhan. Segmen mobil medium high dan mobil komersial, termasuk pick up dan kendaraan semi komersial, mengalami kenaikan. Namun, segmen LCGC (Low Cost Green Car) justru menurun kontribusinya terhadap total penjualan.

"Tapi teman-teman harus lihat, kalau buat Toyota dan Daihatsu, Alhamdulillah itu secara volume tidak menurun ya di kelas LCGC. Karena mungkin, kita kalau di Daihatsu ada di luar kota ya (segmen konsumennya)," sambung Agung. Artinya, meskipun kontribusi LCGC menurun, volume penjualan untuk segmen ini tetap terjaga berkat basis konsumen yang tersebar luas, terutama di luar kota besar.

Berdasarkan data penjualan retail, Daihatsu mencatatkan penjualan sebanyak 12.531 unit pada bulan Mei 2026. Angka ini tumbuh 25% dibandingkan periode yang sama di tahun 2025, yaitu bulan Mei. Seiring dengan pertumbuhan ini, pangsa pasar atau market share Daihatsu naik menjadi 17,4%.

Peningkatan tidak hanya terjadi di sisi penjualan. Dari segi produksi, Daihatsu Indonesia juga mencatatkan kenaikan. Sepanjang Januari hingga Mei 2026, pabrikan telah memproduksi 169.000 unit mobil. Jumlah ini meningkat 11% dibandingkan periode yang sama tahun lalu, di mana produksi mencapai 152.400 unit.

Agung mengungkapkan bahwa kenaikan penjualan dan produksi ini didorong oleh beberapa faktor. Salah satunya adalah pembeli mobil kedua. Pembeli ini terdiri dari tiga kategori: additional (tambahan), replacement (pengganti), dan repeat order (pesanan ulang). Selain itu, segmen mobil armada atau fleet juga mengalami peningkatan penjualan yang signifikan.

"Nah repeat order itu ada dua, yang fleet itu bisa juga kita saat ini dibantu oleh fleet gitu ya. Jadi fleet-nya saat ini juga membantu untuk proses replacement dan lain-lain. Kontribusinya mungkin, 65% masih first car buyer, 35%-nya second buyer. Kalau fleet kurang lebih secara total penjualan, hasilnya meningkat, tadinya 15%, sekarang 19%," jelas Agung.

Dari penjelasan tersebut, terlihat bahwa mayoritas pembeli Daihatsu masih merupakan pembeli pertama atau first car buyer, yaitu sebesar 65%. Sementara itu, 35% sisanya adalah pembeli kedua. Namun, kontribusi dari segmen fleet atau armada meningkat dari 15% menjadi 19% dari total penjualan. Hal ini menunjukkan bahwa permintaan dari sektor bisnis dan perusahaan untuk kendaraan operasional turut mendongkrak angka penjualan.

Secara keseluruhan, data yang ada menunjukkan bahwa meskipun ada tantangan ekonomi, Daihatsu tetap mampu tumbuh. Pertumbuhan ini didukung oleh basis konsumen yang kuat di segmen LCGC, serta meningkatnya permintaan dari pembeli ulang dan sektor armada.

DaihatsupenjualanmobilpertumbuhanLCGCarmadakonsumen

Komentar

Memuat komentar...