Penjualan PT Bangun Kosambi Sukses Naik 40%

Mira T. · 2 min baca · 1 hari lalu · 49 dibaca
Bisik.id
Penjualan PT Bangun Kosambi Sukses Naik 40%

Gambar atau konten salah?

PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK), perusahaan pengembang properti di Tangerang, Banten, yang berada di bawah Agung Sedayu Group dan Salim Group, mencatatkan prapenjualan atau marketing sales sebesar Rp 448 miliar hingga September 2026. Angka ini melonjak sekitar 40% dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya.

Penjualan kaveling tanah komersial menjadi penyumbang terbesar. Nilainya mencapai Rp 379 miliar, atau sekitar 85% dari total prapenjualan. Sisanya, sekitar 15%, berasal dari penjualan produk komersial dan residensial di kawasan PIK2.

Presiden Direktur CBDK, Steven Kusumo, menyampaikan apresiasi. Ia berterima kasih atas kepercayaan para pembeli yang membuat perusahaan mampu meraih kinerja positif ini. "Kami melihat bahwa permintaan pelaku usaha terhadap kaveling tanah komersial di CBD PIK2 masih mumpuni. Ini bisa menjadi cerminan tingkat kepercayaan pembeli kami terhadap kualitas dan peluang usaha di area CBD PIK2," ujar Steven dalam keterangan tertulis pada Jumat, 06 November 2026.

Steven menegaskan, komitmen utama perusahaan sebagai pengembang adalah terus menjalankan rencana pengembangan kawasan, fasilitas, dan infrastruktur di PIK2 secara optimal. Meski begitu, perusahaan tetap memantau dinamika makroekonomi global dan domestik. Termasuk ketegangan geopolitik, fluktuasi nilai tukar rupiah, inflasi, hingga suku bunga yang berpotensi mempengaruhi sektor properti.

Di segmen komersial, produk yang mendukung prapenjualan CBDK antara lain SOHO The Bund dan Bizpark PIK2. Sementara untuk segmen residensial, ditopang oleh Rumah Milenial dan Permata Hijau Residence.

Perusahaan memiliki cadangan lahan seluas 691 hektare. Sebagian besar lahan tersebut berada di kawasan CBD PIK2. Lahan ini menjadi modal bagi perusahaan untuk melanjutkan pengembangan kawasan.

Kinerja baik ini tidak lepas dari pesatnya perkembangan ekosistem dan aktivitas di kawasan PIK2. Sejumlah fasilitas strategis dari pihak ketiga telah berdiri. Misalnya, gedung Bank Mandiri yang rampung dibangun dan gedung BNI yang sudah beroperasi. Kehadiran destinasi gaya hidup CBD Beachwalk juga melengkapi aktivitas komersial di kawasan tersebut.

Daya tarik kawasan semakin kuat dengan beroperasinya Nusantara International Convention Exhibition (NICE). Hingga September 2026, pusat kegiatan MICE (Meetings, Incentives, Conferences, and Exhibitions) ini telah sukses menggelar 51 acara besar. Beberapa di antaranya adalah Java Jazz Festival, Hyrox Indonesia 2026, dan Danantara Expo.

Fasilitas akomodasi di kawasan ini juga terus bertambah. Hotel Hilton PIK2, hotel bintang lima setinggi 20 lantai dengan 271 kamar, sedang dibangun. Hotel ini ditargetkan mulai beroperasi pada semester kedua 2027.

Dari sisi aksesibilitas, mobilitas menuju PIK2 semakin mudah. Sebagian ruas Tol KATARAJA Seksi 1 sudah beroperasi secara fungsional. Tol ini terhubung langsung dengan Bandara Internasional Soekarno-Hatta dan wilayah Jabodetabek.

Secara keseluruhan, pertumbuhan penjualan CBDK didorong oleh permintaan yang kuat pada kaveling tanah komersial di kawasan PIK2. Ekosistem yang terus matang, dengan hadirnya gedung perkantoran, pusat konvensi, dan hotel berbintang, turut memperkuat daya tarik kawasan ini bagi para pelaku usaha.

PT Bangun Kosambi Suksesprapenjualankaveling tanah komersialPIK2marketing salesCBDKproperti

Komentar

Memuat komentar...