Perjalanan WNI ke Luar Negeri Anjlok September 2026

Fitri A. · 2 min baca · 2 jam lalu · 17 dibaca
Bisik.id
Perjalanan WNI ke Luar Negeri Anjlok September 2026

Gambar atau konten salah?

Jumlah warga Indonesia yang bepergian ke luar negeri mengalami penurunan pada September 2026. Data terbaru menunjukkan angka tersebut hanya mencapai 600.605 perjalanan. Ini turun 6,69% dibandingkan bulan sebelumnya dan turun 13,69% jika dibandingkan dengan September tahun lalu.

Ateng Hartono, Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, menyampaikan data ini dalam konferensi pers di kantornya, Jakarta, pada Senin, 02 November 2026. Ia menjelaskan bahwa sepanjang Januari hingga September 2026, total perjalanan wisatawan nasional ke luar negeri mencapai 6,51 juta perjalanan. Jumlah itu turun 4,60% dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya.

"Jumlah perjalanan orang Indonesia yang ke luar negeri atau wisnas pada kondisi September 2026 terdapat sebanyak 600,61 ribu perjalanan wisnas. Angka tersebut mengalami penurunan 6,69% secara bulanan dan secara tahunan turun 13,69%," kata Ateng.

Menurut Ateng, ada dua faktor utama yang menyebabkan penurunan ini. Pertama, harga tiket penerbangan internasional yang naik. Ia memberi contoh, tiket dari Aceh ke Malaysia mengalami kenaikan. Kedua, ada fenomena kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan yang terjadi pada September. Kabut asap ini mengganggu jadwal dan operasional penerbangan di level internasional.

"Penurunan perjalanan wisnas secara bulanan ini seiring dengan peningkatan harga tiket penerbangan internasional, contohnya dari Aceh ke Malaysia mengalami peningkatan. Serta ada fenomena kabut asap yang terjadi di antaranya pada September, yang tentunya ini mempengaruhi penerbangan di level internasional," jelas Ateng.

Data BPS juga mencatat penurunan jumlah penumpang pada angkutan udara internasional. Pada September 2026, jumlah penumpang turun 2,92% menjadi 1,74 juta orang. Ini sejalan dengan menurunnya minat orang Indonesia untuk bepergian ke luar negeri.

Tarif angkutan udara sendiri menjadi salah satu komoditas yang menyumbang inflasi pada Oktober 2026. Besarannya mencapai 0,22% secara bulanan. Dari angka itu, tarif angkutan udara memberikan andil inflasi sebesar 0,01%.

"Komoditas lainnya di luar kelompok makanan minuman dan tembakau yang juga memberikan andil inflasi dominan terutama tarif angkutan udara dengan andil inflasi 0,01%," ucap Ateng.

Penurunan jumlah perjalanan ke luar negeri ini terjadi di tengah kenaikan harga tiket pesawat dan gangguan operasional akibat kabut asap. Kedua faktor ini saling memperkuat, membuat orang Indonesia lebih memilih untuk menunda atau membatalkan rencana bepergian ke luar negeri.

penurunan perjalananwisatawan nasionalharga tiketkabut asapBPSinflasiangkutan udara

Komentar

Memuat komentar...