Perry Wajiyo Tegaskan Stabilitas Rupiah DPR Minta Mundur

Hari W. · 4 min baca · 16 hari lalu · 40 dibaca
Bisik.id
Perry Wajiyo Tegaskan Stabilitas Rupiah DPR Minta Mundur

Gambar atau konten salah?

Perry Wajiyo, gubernur Bank Indonesia, menghadapi pertanyaan tajam dari anggota DPR Komisi XI mengenai nilai tukar rupiah yang turun ke sekitar Rp 17.600‑an per dolar AS. Kritik ini menuntut agar ia mempertimbangkan untuk mundur dari jabatan.

Dalam pertemuan di Kompleks Parlemen, Jakarta Pusat, Perry menjelaskan bahwa rupiah sebenarnya berada dalam kondisi stabil. Ia menekankan bahwa fokus utama bank sentral adalah menjaga stabilitas pergerakan rupiah, bukan mempertahankan level kurs tertentu.

“Kata‑katanya adalah stabilitas nilai tukar rupiah, bukan tingkat nilai tukar rupiah. Kita bicara stabilitas, bukan level. Nah, ini yang kita jabarkan. Nah, yang kami dekati sekarang adalah yang kita sebut stabilitas. Ini adalah volatilitas nilai tukar rupiah yang average‑nya 20 hari,” kata Perry pada rapat kerja dengan Komisi XI pada 18 Mei 2026.

Menurutnya, volatilitas rupiah year‑to‑date berada di level 5,4 %. Angka ini dianggap masih relatif stabil dan terkendali bila dibandingkan dengan negara lain yang mengalami tekanan global. “Kami cek tadi itu di dalam year‑to‑date sekarang, itu adalah 5,4 %. 5,4 %, which is actually itu masih relatif stabil. Lagi‑lagi, mandatnya undang‑undang stabilitas nilai tukar rupiah. Mari kita berdiskusi mengukur stabilitas, stabilitas bukan level, tapi ada bagaimana naik turunnya,” tambahnya.

Perry menyampaikan keyakinannya bahwa nilai tukar rupiah akan kembali menguat terhadap dolar AS pada Juli hingga Agustus. Ia menilai pelemahan rupiah yang terjadi pada April hingga Juni merupakan pola musiman yang biasa terjadi setiap tahun.

Meski saat ini rata‑rata kurs rupiah year‑to‑date sudah berada di kisaran Rp 16.900 per dolar AS, Perry yakin tekanan terhadap rupiah bersifat musiman. “Meski saat ini rata‑rata kurs rupiah year to date sudah berada di kisaran Rp 16.900 per dolar AS, Perry meyakini tekanan terhadap rupiah hanya bersifat musiman,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan asumsi dasar nilai tukar dalam APBN. “Menurut Perry, asumsi dasar nilai tukar dalam APBN berada di level Rp 16.500 per dolar AS dengan kisaran bawah Rp 16.200 dan batas atas Rp 16.800. Dengan siklus yang tadi dijelaskan Perry yakin mata uang garuda akan bergerak di rentang tersebut.”

“Nilai fundamentalnya berapa? Average of the year Rp 16,500. Kisaran bawahnya Rp 16,200, kisaran atasnya 16,800. Apakah BI yakin akan masuk? Masuk. Karena sekarang Rp 16.900 year to date. Dan pengalaman kami kalau April, Mei, Juni memang tinggi. Nanti kalau Juli, Agustus akan menguat. Sehingga the whole year kami masih meyakini nilai tukar akan di dalam kisaran Rp 16.200‑ Rp 16.800,” jelas Perry.

Anggota DPR Komisi XI dari Fraksi PAN, Primus Yustisio, menyarankan agar Perry mundur dari jabatannya. Ia mengatakan bahwa keputusan untuk mundur adalah tindakan terhormat di tengah situasi ini, dan sering dilakukan di negara lain seperti Korea Selatan hingga Jepang.

“Pak Perry yang saya hormati, kadang pak kalau kita mengambil tindakan gentleman, itu bukan penghinaan, Pak. Saya berikan contoh mungkin saatnya sekarang bapak mengundurkan diri. Tidak ada salah. Selanjutnya terserah Bapak, tentu saja. Tapi itu bukan sikap penghinaan,” tegas Primus.

“Anda akan lebih dihormati seperti di Korea ataupun di Jepang. Kalau Anda tidak bisa melakukan tugas Anda dengan baik, seperti itu, tidak ada salahnya,” sambung Primus.

Primus menilai kondisi ekonomi saat ini menunjukkan anomali. Pertumbuhan ekonomi Indonesia tercatat 5,61 %, namun nilai tukar rupiah terus melemah hingga mencapai rekor terendah terhadap dolar AS. Ia juga menyebut rupiah melemah terhadap mata uang lain seperti dolar Singapura, dolar Australia, ringgit Malaysia, rial, hingga euro.

“Tapi faktanya dan ironisnya, ini terhadap semua mata uang (melemah). Kita melemah terhadap Singapura, terhadap Australia, terhadap ringgit, terhadap rial, apalagi Hong Kong, dolar, euro. Saya masih ingat, euro waktu awal‑awalan tahun 2006 itu Rp 7.000 per euro, sekarang hampir Rp 19.000, hampir Rp 20.000. Nah ini, ini kan harus kita lihat dengan realita, Pak. Kita tidak bisa berdiam diri,” tutur Primus.

Perry sempat ditanya soal saran agar mundur dari jabatan di tengah nilai tukar rupiah yang terus menerus melemah terhadap dolar AS. Saran tersebut datang dari Primus Yustisio. Bagaimana jawaban Perry?

“Yakin stabil,” kata Perry setelah rapat terbatas di Istana Kepresidenan, Jakarta, pada 18 Mei 2026.

Perry juga sempat ditanya terkait hasil pertemuan dengan Presiden Prabowo Subianto dan sejumlah menteri ekonomi. Ia ditanya apakah rapat tersebut turut membahas stabilitas rupiah. Namun, Perry enggan menjawab hasil pertemuan tersebut. “Terima kasih, terima kasih,” ucapnya.

Setelah itu, Perry hanya bicara yakin stabil sambil masuk ke mobil dan meninggalkan Istana Kepresidenan.

Keputusan untuk tetap bertahan di posisi gubernur Bank Indonesia menandai sikap tegas Perry dalam menghadapi tekanan pasar. Ia menegaskan bahwa stabilitas nilai tukar rupiah tetap menjadi prioritas utama, meski level kurs terus berfluktuasi. Dengan asumsi dasar di kisaran Rp 16.200‑Rp 16.800, Bank Indonesia berharap nilai tukar rupiah akan kembali ke rentang tersebut pada akhir tahun 2026.

Perry WajiyoBank Indonesianilai tukar rupiahstabilitas rupiahDPR Komisi XIvolatilitas 5,4%kreatur ekonomi Indonesiadolar AS

Komentar

Memuat komentar...