Pertumbuhan PDB Singapura 4,6% KQ1 2026, MAS Perketat Moneter

Putri N. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 70 dibaca
Bisik.id
Pertumbuhan PDB Singapura 4,6% KQ1 2026, MAS Perketat Moneter

Gambar atau konten salah?

Perkiraan pertumbuhan ekonomi Singapura di kuartal pertama 2026 ternyata di bawah ekspektasi pasar. 4,6% menjadi angka aktual, sementara para ekonom mengharapkan 5,9% berdasarkan survei.

Perkiraan awal Kementerian Perdagangan Singapura menunjukkan PDB kontraksi sebesar 0,3% dibandingkan kuartal keempat tahun sebelumnya. Hal ini memberi sinyal bahwa ekonomi negara kecil tersebut mulai melambat.

Monetary Authority Singapore (MAS) memutuskan memperketat kebijakan moneter pada 14 April 2026. Langkah ini diambil untuk menekan risiko krisis energi yang dipicu oleh konflik antara Amerika Serikat dan Iran. Konflik tersebut dianggap mendorong inflasi inti Singapura naik.

Inflasi inti Singapura tercatat 1,4% yoy pada Februari 2026, sebelum perang di Timur Tengah dimulai. Menurut MAS, kenaikan biaya energi impor telah memengaruhi harga barang dan jasa.

MAS berencana sedikit mempercepat penguatan nilai tukar dolar Singapura dalam kerangka kebijakan S$NEER. “Pertumbuhan PDB dalam perekonomian Singapura akan melambat sepanjang tahun ini, sementara kesenjangan output diperkirakan rata-rata sekitar 0%. Biaya energi impor Singapura telah meningkat. Harga berbagai barang dan jasa impor diperkirakan akan meningkat dalam beberapa kuartal mendatang,” kata MAS.

Selain itu, MAS mengubah perkiraan inflasi inti dan inflasi utama untuk tahun 2026 menjadi 1,5%-2,5%, naik dari sebelumnya 1,0%-2,0%. Langkah ini diambil karena gangguan rantai pasok minyak dan kenaikan harga energi.

Sheana Yue, ekonom senior di Oxford Economics, menilai langkah moneter ini belum menimbulkan inflasi parah. “Risikonya adalah tekanan biaya yang lebih berkelanjutan, terutama melalui makanan dan upah, dapat memerlukan pengetatan kebijakan lebih lanjut jika dampak putaran kedua terwujud lebih cepat dari yang diperkirakan,” pungkasnya.

Secara keseluruhan, Singapura menghadapi tantangan inflasi yang dipicu oleh biaya energi impor yang meningkat, sementara pertumbuhan ekonomi melambat. Kebijakan moneter yang lebih ketat dipakai sebagai upaya menstabilkan ekonomi di tengah ketidakpastian global.

Pertumbuhan ekonomi SingapuraPDB kontraksiMonetary Authority Singaporekebijakan moneter ketatinflasi intibiaya energi imporS$NEERkonflik AS-Iran

Komentar

Memuat komentar...