Peternak Ayam Broiler Rugi Ratusan Juta, Harga Jual Rendah

Nurul H. · 2 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
Peternak Ayam Broiler Rugi Ratusan Juta, Harga Jual Rendah

Gambar atau konten salah?

Peternak ayam broiler di Indonesia mengaku mengalami kerugian ratusan juta rupiah. Mereka menilai harga jual ayam di kandang masih sangat rendah, sehingga produksi tidak lagi menguntungkan.

Perhimpunan Peternak Rakyat Mandiri Indonesia (Permindo) menyatakan harga ayam pedaging masih berkisar antara Rp 15.500Rp 16.000 per kilogram. Harga ini belum naik, sedangkan acuan nasional yang ditetapkan Badan Pangan Nasional adalah Rp 25.000 per kilogram.

Regulasi tersebut tercantum dalam Peraturan Badan Pangan Nasional Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2024, yang mengubah Peraturan Badan Pangan Nasional Nomor 5 Tahun 2022 mengenai harga acuan pembelian di tingkat produsen dan harga acuan penjualan di tingkat konsumen untuk komoditas jagung, telur ayam ras, dan daging ayam ras.

"Harga masih ke tahan Rp 15.500-16.000/kg. Belum bisa naik lagi. (Kerugian) ratusan juta kalau yang punya populasi besar. Tapi kalau populasi kecil masih puluhaan karena per kg-nya masih rugi Rp 4.000," kata Asep Saepudin, peternak dari Permindo, pada 13 Juni 2026.

Kenaikan harga pakan dan DOC menambah beban keuangan peternak. Setiap kilogram ayam yang diproduksi harus menanggung biaya tambahan yang tidak dapat dipulihkan. Akibatnya, banyak peternak kecil menutup usaha mereka karena margin keuntungan menurun drastis.

Kerugian ini disebabkan oleh kenaikan biaya produksi yang signifikan. Selama tahun 2026, harga pakan ayam melonjak antara Rp 8.800Rp 9.400 per kilogram, menambah beban finansial peternak.

Ketua Umum Permindo, Kusnan, menambahkan bahwa harga day old chick (DOC) atau anak ayam di final stock masih berada di kisaran Rp 5.000Rp 6.000 per ekor, memperparah biaya awal.

"Akibat kenaikan berbagai komponen biaya tersebut, Harga Pokok Produksi (HPP) broiler saat ini diperkirakan telah mencapai Rp 21.000Rp 22.000 per kilogram live bird. Artinya, peternak rakyat saat ini menanggung kerugian sekitar Rp 5.000Rp 7.000 per kilogram live bird atau sekitar Rp10.000Rp 14.000 per ekor ayam panen berbobot 2 kilogram," terang Kusnan.

Untuk memperbaiki situasi harga ayam di kandang, peternak mengajukan tujuh permintaan kepada pemerintah. Mereka berharap intervensi dapat menstabilkan pasar dan mengurangi kerugian.

Pertama, peternak meminta pemerintah memperluas akses produk unggas di ritel modern nasional. Hal ini meliputi ketersediaan ayam karkas segar, ayam beku, dan telur di minimarket, supermarket, hypermarket, serta gerai pangan modern lainnya.

Kedua, peternak menyerukan pembangunan program penyerapan ayam dan telur secara berkelanjutan melalui Bulog atau BUMN Pangan. Mekanisme serupa dengan penyerapan gabah dan beras diharapkan dapat menstabilkan harga ketika pasokan melimpah.

Ketiga, peternak mengusulkan integrasi produk unggas ke dalam berbagai program pemerintah, termasuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG), program penanganan stunting, bantuan sosial pangan, cadangan pangan pemerintah, serta kebutuhan pesantren

Peternak ayam broilerPermindoHarga ayamKerugianPakan ayamDOCBulog

Komentar

Memuat komentar...