PMSol Gelar Bisnis dengan 5 Perusahaan Maritim China
Gambar atau konten salah?
PT Pertamina Marine Solutions (PMSol) menggelar pertemuan bisnis dengan lima perusahaan maritim besar asal China. Perusahaan-perusahaan ini bergerak di berbagai bidang strategis dalam industri pelayaran. Kelima perusahaan tersebut adalah Zhejiang Weihai Crew Management, Seahero International Ship, Taihua Shipping Management, Hanson Holding, dan Shanghai Yongyin Shipping Service.
Bidang usaha mereka saling melengkapi. Mulai dari pengelolaan awak kapal, jasa kapal dan logistik kru, manajemen kapal, investasi maritim, hingga logistik maritim. Pertemuan ini difasilitasi oleh Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Shanghai. Tujuannya jelas: memperkuat kerja sama maritim antara Indonesia dan China.
Delegasi PMSol diterima langsung oleh Konsul Jenderal RI di Shanghai, Berlianto Situngkir, bersama Atase Bidang Ekonomi KJRI Shanghai. Pertemuan ini menjadi ajang untuk membahas potensi kerja sama di sektor maritim. Sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah dan pelaku usaha dalam mendorong ekspansi bisnis maritim Indonesia di pasar global.
Direktur Utama PMSol, Joko Pramono, menyebut pertemuan ini sebagai langkah strategis. Perusahaan ingin menangkap peluang kerja sama yang semakin terbuka di industri pelayaran global, khususnya di China.
"Kami mengapresiasi dukungan KJRI Shanghai yang telah memfasilitasi business meeting ini sehingga PMSol dapat bertemu langsung dengan sejumlah perusahaan maritim terkemuka di Tiongkok," kata Joko dalam keterangan tertulis, Sabtu, 8 Agustus 2026.
Ia menambahkan, pertemuan dengan perusahaan pelayaran internasional menjadi langkah penting untuk membangun jejaring bisnis. Sekaligus membuka peluang kolaborasi yang saling menguntungkan, terutama dalam penyediaan awak kapal dan layanan maritim lainnya.
Menurut Joko, salah satu peluang terbesar yang bisa dimanfaatkan saat ini adalah meningkatnya kebutuhan tenaga pelaut di China. Negara itu mengalami keterbatasan ketersediaan awak kapal.
"Indonesia memiliki sumber daya pelaut yang kompeten dan diakui di tingkat internasional. Dengan pengalaman PMSol dalam pengelolaan awak kapal serta layanan maritim terintegrasi, kami optimistis dapat menjadi mitra strategis bagi perusahaan-perusahaan pelayaran di Tiongkok," ujarnya.
Ia juga menyebut kerja sama ini bisa mencakup pemenuhan kebutuhan tenaga pelaut maupun pengembangan kerja sama bisnis maritim lainnya.
Business meeting ini diharapkan menjadi pintu masuk bagi kerja sama yang lebih konkret antara PMSol dan perusahaan-perusahaan maritim di China. Cakupannya luas: penyediaan awak kapal, manajemen kapal, layanan operasional maritim, hingga pengembangan peluang bisnis lainnya.
PMSol menegaskan komitmennya untuk terus memperluas kemitraan internasional. Perusahaan juga ingin meningkatkan daya saing pelaut Indonesia di pasar global. Serta mendukung penguatan posisi Pertamina Group sebagai pemain maritim yang semakin kompetitif di tingkat dunia.
China saat ini menghadapi kekurangan pelaut. Indonesia, dengan jumlah pelaut kompeten yang diakui secara internasional, berada dalam posisi untuk mengisi celah itu. PMSol, sebagai bagian dari Pertamina Group, mencoba memanfaatkan momentum ini. Pertemuan di Shanghai bukan sekadar acara seremonial. Ini adalah upaya nyata untuk membuka pintu pasar tenaga kerja maritim yang selama ini didominasi negara-negara lain.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
