PNM Peduli Trauma Healing untuk Korban Gempa NTT
Gambar atau konten salah?
PT Permodalan Nasional Madani (Persero), melalui program PNM Peduli, memberikan dukungan sosial dan psikologis kepada ratusan karyawan dan nasabah yang terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Bantuan ini berupa pendampingan trauma healing. Ini adalah bentuk komitmen PNM untuk mendampingi masyarakat yang terkena bencana. Bukan hanya dari sisi permodalan dan pengembangan usaha, tetapi juga pemulihan psikologis setelah bencana.
Kegiatan pendampingan psikologis ini menyasar sekitar 250 karyawan unit yang terdampak di wilayah Ruteng, Reok, dan Soa. Materi yang diberikan meliputi teknik pengaturan napas, latihan fokus untuk mengenali lingkungan sekitar, hingga teknik butterfly hug untuk menenangkan diri sendiri. Salah seorang karyawan unit terdampak, Fitri, mengaku terbantu dengan materi penanganan trauma tersebut.
"Yang paling berkesan itu butterfly hug. Rasanya lega sekali, karena kami diajarkan cara menenangkan diri sendiri tanpa harus menunggu orang lain," ujar Fitri dalam keterangan tertulis pada Selasa, 22 September 2026. Ia menambahkan bahwa teknik pengaturan napas yang dipelajari kini juga digunakan saat menghadapi nasabah yang kondisi emosinya belum stabil pascagempa.
Selain untuk karyawan, PNM Peduli juga menggelar kegiatan trauma healing bertajuk 'Bangkit Berusaha' yang diikuti oleh lebih dari 700 nasabah. Melalui pendekatan interaktif dan humanis, para nasabah diajak berbagi cerita, mengekspresikan emosi, serta membangun kembali kepercayaan diri untuk melanjutkan usaha mereka.
Psikolog pendamping kegiatan, Christin Florentin Meinarty Bebok, menegaskan pentingnya rasa kebersamaan dalam proses pemulihan. "Kami ingin nasabah tahu bahwa mereka tidak sendiri. PNM akan terus mendampingi dan berjalan bersama nasabah dalam proses pemulihan, agar tumbuh kembali semangat untuk bangkit, berkarya, dan melanjutkan usaha demi keluarga," kata Christin.
Sementara itu, Direktur Utama PT Permodalan Nasional Madani (Persero) Kindaris menekankan bahwa penanganan pascabencana ini merupakan wujud nyata kepedulian terhadap keluarga besar PNM. "Karyawan dan nasabah yang terdampak adalah bagian dari keluarga besar PNM. Kami tidak ingin mereka menghadapi kondisi ini sendirian," tegas Kindaris.
Ia juga menegaskan pentingnya prinsip kebersamaan dan saling menjaga di lingkungan PNM. "Ini yang selalu kami pegang, Jaga Diri Jaga Kawan Jaga PNM, karena menjaga sesama insan PNM sama artinya dengan menjaga PNM itu sendiri," pungkasnya.
Program pendampingan ini merupakan hasil kolaborasi PNM Peduli dengan program PELITA yang berlandaskan nilai Peduli, Empati, Loyalitas, Inspirasi, Tumbuh, dan Aman. Melalui sinergi ini, PNM berkomitmen untuk terus mendukung proses pemulihan karyawan dan nasabah pascabencana secara berkelanjutan di NTT.
Program ini menunjukkan bahwa pemulihan pascabencana tidak hanya soal membangun kembali rumah atau tempat usaha. Ada dimensi psikologis yang sama pentingnya. Dengan memberikan teknik-teknik sederhana seperti pengaturan napas dan butterfly hug, PNM berusaha membantu karyawan dan nasabahnya untuk bisa kembali berdiri sendiri, secara mental dan emosional, sebelum mereka kembali menjalankan usaha.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
