Prabowo Desak Percepatan IEU-CEPA

Arif S. · 2 min baca · 1 menit lalu · 1 dibaca
Bisik.id
Prabowo Desak Percepatan IEU-CEPA

Gambar atau konten salah?

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto mendesak percepatan penyelesaian perjanjian dagang antara Indonesia dan Uni Eropa, yang dikenal dengan IEU-CEPA. Saat ini, dokumen perjanjian tersebut masih dalam tahap akhir penyusunan, terutama untuk melengkapi naskah berbahasa Inggris sebelum diajukan ke Parlemen Eropa.

"Bapak Presiden juga minta agar IEU-CEPA itu segera diselesaikan. Karena IEU-CEPA diharapkan sekarang dalam proses untuk diproses dalam kelengkapan bahannya dalam Bahasa Inggris untuk dibawa ke Parlemen Eropa," kata Airlangga di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, pada Selasa, 22 September 2026.

Setelah naskah berbahasa Inggris selesai, dokumen ini harus diterjemahkan ke Bahasa Indonesia. Baru setelah itu diserahkan ke Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) untuk diratifikasi. Prosesnya masih panjang.

Airlangga juga membocorkan rencana kunjungan Komisioner Eropa untuk Perdagangan dan Keamanan Ekonomi, Hubungan Antarlembaga dan Transparansi, Maroš Šefčovič, ke Indonesia. Kunjungan itu dijadwalkan paling lambat awal November tahun ini.

"Memang dalam IEU-CEPA itu sendiri ada rencana daripada Komisaris Maroš untuk datang ke Indonesia, dan juga ada rencana dari Presiden EU untuk datang ke Indonesia di akhir Oktober ataupun awal November," tambah Airlangga.

Sementara itu, Menteri Perdagangan Budi Santoso memberikan gambaran soal posisi IEU-CEPA dalam portofolio perjanjian dagang Indonesia. Ia menyebut Indonesia sudah mengimplementasikan 25 perjanjian dagang. Sementara 15 perjanjian lainnya masih dalam proses negosiasi. IEU-CEPA termasuk dalam kelompok yang belum selesai itu, meskipun sudah hampir tiba di tahap penandatanganan.

"Jadi kalau IEU-CEPA itu masuknya di yang 15, walaupun sudah tinggal tanda tangan ya. Jadi tidak masuk yang 25. Mudah-mudahan yang IEU-CEPA segera ditandatangani ini dan tahun depan sudah bisa diimplementasikan," kata Budi di kantornya.

Perjanjian IEU-CEPA sebenarnya sudah lama dinanti. Jika berhasil dirampungkan, perjanjian ini akan membuka akses pasar yang lebih luas bagi produk Indonesia ke Eropa. Namun, proses negosiasi yang berlarut-larut menunjukkan betapa rumitnya menyelaraskan kepentingan kedua pihak. Target implementasi tahun depan pun masih tergantung pada penyelesaian dokumen dan ratifikasi di parlemen masing-masing.

IEU-CEPAperjanjian dagangAirlangga HartartoPrabowo SubiantoUni Eroparatifikasinegosiasi

Komentar

Memuat komentar...