Polda Papua Evakuasi Bom Mortir Temukan di Jayapura
Gambar atau konten salah?
Tim Penjinak Bom (Jibom) Detasemen Gegana Satbrimob Polda Papua mengevakuasi satu bom yang ditemukan oleh warga di Kabupaten Jayapura, Papua. Bom berjenis mortir diduga merupakan peninggalan Perang Dunia II.
“Berdasarkan informasi yang dihimpun, mortir tersebut diduga merupakan sisa peninggalan Perang Dunia II yang ditemukan oleh seorang warga,” kata Kapolres Jayapura AKBP Dionisius VDP Helan dalam keterangannya, Minggu (07 Juni 2026).
Bom itu terletak di Kompleks Wawung depan BTN Doyo Grand, Distrik Waibu. Ia ditemukan pada Minggu (07 Juni) pukul 11.05 WIT dan dievakuasi sehari setelahnya. Evakuasi dilakukan untuk menghindari risiko yang dapat ditimbulkan oleh benda berbahaya tersebut.
“Tim berhasil mengamankan satu buah bom jenis mortir dan memasukkannya ke dalam kendaraan dinas Den Gegana Sat Brimob Polda Papua untuk dibawa ke lokasi yang aman guna penanganan lebih lanjut,” jelasnya.
Dionisius mengimbau warga agar segera melapor jika menemukan benda berbahaya serupa. Ia menegaskan bahwa masyarakat tidak boleh menyentuh, memindahkan, atau mencoba membuka benda yang dicurigai sebagai bahan peledak.
Mengingat wilayah Kabupaten Jayapura merupakan salah satu daerah yang memiliki sejarah pertempuran pada masa perang dunia, tidak menutup kemungkinan masih terdapat benda-benda sejenis yang belum ditemukan,” ucap Dionisius.
Bom jenis mortir itu sebelumnya ditemukan di kawasan Kompleks Warung, depan Perumahan Doyo Grand, pada Sabtu (06 Juni). Bom itu sudah ditemukan sejak seminggu lalu namun sempat dipindahkan.
Menurut saksi, benda yang diduga amunisi jenis bom tersebut pertama kali ditemukan sekitar satu minggu lalu di sekitar aliran kali yang berada di kawasan Doyo Baru. Benda berbahaya tersebut diduga terbawa arus banjir yang sebelumnya melanda wilayah tersebut.
“Diduga benda tersebut terbawa arus banjir yang sebelumnya melanda wilayah tersebut. Selain amunisi yang menyerupai bom, saksi juga menemukan dua proyektil yang menyerupai peluru,” jelasnya.
Kasus ini menyoroti pentingnya kewaspadaan warga terhadap benda berbahaya di daerah yang memiliki sejarah konflik. Tim Polda Papua tetap berjaga-jaga untuk mencegah potensi bahaya serupa di masa depan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Tradisi Minum Susu 1 Muharram: Fakta dan Panduan Kisah
Top Up Robux Mudah: Aplikasi, Situs, atau Gift Card Langkah
Jadwal Puasa Muharram 2026: 1, 9, 10, dan 11 Muharram
Catatan Wali Kelas: Prestasi Ananda di SD, SMP, SMA Mencapai
Libur Juni 2026 Makassar: SMA 22–4 Juli, TK SD 29–10 Juli
Rekrutmen PPPK Sekolah Rakyat 2026 Dibuka, 8.180 Formasi
Berita Terbaru
Campus League Basketball 2026 Dimulai di UPH Tangerang
Surabaya Kota Bawah: Jejak Kolonial di Jembatan Merah
Marc Pubill Masuk Skuad Spanyol Piala Dunia 2026 Bola
Kalbe: Gula Tidak Harus Dihindari, Cukup Kontrol Asupan
Tradisi Minum Susu 1 Muharram: Fakta dan Panduan Kisah
Garuda Muda Raih Semifinal AFF U-19, Kalah Vietnam 1‑1
Polda Papua Evakuasi Bom Mortir Temukan di Jayapura
Tulungagung Tangani 4.498 Kasus HIV, 1.298 Kematian
Ibnu Riza Pradipto Terpilih Ulang Ketua IESPA 2026‑2031
