Polisi Larang Bendera Malvinas di Semifinal Inggris Vs Argentina
Gambar atau konten salah?
Atlanta — Pertemuan Inggris melawan Argentina di semifinal Piala Dunia 2026 bukan sekadar laga biasa. Pihak berwenang Amerika Serikat menetapkan pertandingan ini sebagai duel berisiko tinggi. Alasannya, kedua negara memiliki sejarah panjang yang rumit di luar lapangan hijau.
Pertandingan besar ini dijadwalkan berlangsung pada Kamis, 16 Juli 2026, dini hari WIB di Atlanta Stadium. Sekitar 30.000 penggemar Argentina dan 20.000 pendukung Inggris diperkirakan akan memenuhi stadion. Untuk mengantisipasi kericuhan, lebih dari 1.600 petugas kepolisian akan dikerahkan mengamankan area di dalam dan sekitar stadion. Kedua kelompok suporter juga akan masuk melalui jalur terpisah.
Akar masalahnya terletak pada sengketa Kepulauan Falkland, yang oleh Argentina disebut Malvinas. Kedua negara sama-sama mengklaim kedaulatan atas wilayah di tenggara Argentina itu. Perselisihan ini pernah memicu Perang Malvinas pada tahun 1982. Namun, hasil referendum pada tahun 2013 memutuskan bahwa kepulauan tersebut tetap berada di bawah kekuasaan Kerajaan Inggris.
Pada Senin, 13 Juli 2026, sebuah pertemuan digelar untuk membahas keamanan pertandingan. Pertemuan itu dihadiri perwakilan dari Biro Federal Amerika Serikat (FBI), FIFA, Departemen Kepolisian Atlanta, serta otoritas Inggris dan Argentina. Salah satu keputusan penting yang dihasilkan adalah larangan membawa barang-barang bermuatan provokatif ke dalam stadion. Ini termasuk bendera atau spanduk yang bernuansa Konflik Malvinas.
Fans Argentina memang sering membawa bendera biru-putih dengan gambar Kepulauan Falkland di tengahnya. Menteri Keamanan Argentina, Alejandra Monteoliva, menegaskan bahwa benda-benda semacam itu dianggap sebagai pesan politik. "Siapa pun yang masuk dengan pesan yang berisi konten politik atau provokasi rasial atau agama tidak akan diizinkan masuk, sangat penting untuk mengingat hal ini. Malvinas milik Argentina adalah pesan politik," kata Monteoliva seperti dikutip dari La Nacion.
Sebelumnya, pelatih Timnas Argentina, Lionel Scaloni, juga sudah mengimbau para pendukungnya untuk tidak mencampuradukkan pertandingan melawan Inggris dengan urusan politik. Imbauan serupa datang dari berbagai pihak demi menjaga agar laga semifinal ini berjalan aman dan lancar, tanpa insiden yang dipicu oleh sentimen di luar sepak bola.
Laga Inggris versus Argentina memang selalu sarat emosi, bukan hanya karena kualitas permainan, tetapi juga karena sejarah yang membebaninya. Keputusan tegas dari otoritas Amerika Serikat menunjukkan bahwa mereka tidak ingin pertandingan ini berubah menjadi ajang unjuk rasa politik. Semua mata kini tertuju pada Atlanta, menanti apakah sepak bola bisa tetap menjadi hiburan murni di tengah ketegangan yang membara.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Luke Vickery Resmi Jadi WNI, Siap Bawa Indonesia ke Piala Dunia 2030
Mourinho Senang Prancis dan Inggris Gagal ke Final Piala Dunia
Strategi Bertahan Tuchel Hancurkan Inggris
Argentina ke Final usai Kalahkan Inggris di Semifinal
Messi Geser Mbappe di Puncak Top Skor Piala Dunia
Saliba Operasi Punggung, Absen Lima Bulan
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
