Layanan Sewa Teman BBQ Marak di Rusia
Gambar atau konten salah?
Di Rusia, muncul fenomena baru yang cukup unik: jasa penyewaan teman untuk menemani acara barbeku atau BBQ. Layanan ini belakangan ramai ditawarkan di berbagai platform iklan baris online dan langsung menarik perhatian publik karena konsepnya yang tidak biasa.
Tarif yang dipatok pun bervariasi, mulai dari 1.000 hingga 5.000 rubel per hari. Kalau dirupiahkan, kira-kira sekitar Rp230 ribu sampai Rp1,8 juta. Dengan biaya tersebut, penyedia jasa tidak hanya duduk dan mengobrol. Mereka juga membantu menyiapkan perlengkapan barbeku, bahkan ikut memanggang daging.
Salah satu penyedia jasa bernama Artem, yang berasal dari Moskow, menawarkan layanan lengkap melalui iklannya. "Saya akan membantu mengatur acara barbeku (BBQ) dan berkemah, menemani Anda, serta memanggang daging. Lelucon dan cerita lucu juga sudah termasuk," tulis Artem dalam iklan tersebut.
Jenis layanan yang diberikan sebenarnya tergantung pada kesepakatan dan biaya yang dibayarkan pelanggan. Beberapa penyedia jasa bahkan bersedia mendirikan tenda, mencarikan lokasi yang cocok untuk acara BBQ, hingga membeli seluruh kebutuhan bahan makanan. Tapi perlu dicatat, biaya belanja tetap ditanggung oleh pelanggan sendiri.
Layanan ini disebut hanya ditujukan untuk pria. Dalam setiap penawaran, dijelaskan juga bahwa hubungan yang terjalin bersifat profesional dan berbayar. Penyedia jasa menegaskan bahwa layanan tersebut bukan untuk membangun pertemanan jangka panjang. Jika pelanggan ingin ditemani lagi di lain waktu, mereka harus membayar biaya layanan sekali lagi.
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan analis dari sejumlah platform online di Rusia, layanan pendamping BBQ paling banyak diminati di tiga wilayah: Moskow, Krasnodar Krai, dan Nizhny Novgorod.
Seorang pengusaha restoran Rusia, Evgeny Demchenko, menilai kemunculan layanan ini adalah respons terhadap kebutuhan masyarakat. "Dari sudut pandang bisnis, ini hal yang sangat wajar. Jika ada kebutuhan yang belum terpenuhi, maka akan muncul sebuah layanan," ujarnya kepada media setempat.
Meski begitu, Demchenko mengingatkan bahwa layanan ini tidak bisa menggantikan arti persahabatan yang sesungguhnya. "Tentu saja Anda tidak bisa membeli persahabatan sejati. Namun, bagi banyak orang, ini bukan upaya menggantikan teman, melainkan sekadar menikmati makan malam yang nyaman dan bertemu orang baru. Karena itu, saya rasa layanan seperti ini akan semakin umum dan jenis layanannya akan terus berkembang," tutupnya.
Fenomena ini menunjukkan bagaimana kebutuhan sosial masyarakat bisa melahirkan model bisnis baru. Di tengah kesibukan dan gaya hidup modern, orang mungkin merasa perlu ditemani saat melakukan aktivitas santai seperti BBQ. Bukan berarti mereka tidak punya teman, tapi kadang teman-teman punya jadwal yang berbeda atau tidak tertarik dengan kegiatan yang sama. Layanan ini menjadi alternatif praktis untuk tetap bisa menikmati momen tanpa harus sendiri.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Es Krim Baltic Tutup Setelah 87 Tahun
Argentina vs Inggris: Bukan Cuma di Lapangan, Juga di Pastry
PM Hungaria Terima 90 Mangga dari Pakistan, Simbol Diplomasi
Workshop Kotak Bunga Korea: Kado Personal Buatan Sendiri
Wisatawan RI Didenda Rp385 Ribu Bawa Bakso di KLIA
5 Tempat Ayam Bakar Enak di Jakarta, Mulai Rp23.000
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
