Polisi Temukan Lansia Hidup di Pemakaman, Berikan Sembako

Fajar H. · 2 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
Polisi Temukan Lansia Hidup di Pemakaman, Berikan Sembako

Gambar atau konten salah?

Suparman (76) tinggal di sebuah gubuk sederhana di tengah pemakaman desa Dusun Sumengko, Kecamatan Kalitidu, Kabupaten Bojonegoro. Pada hari Senin, 15 Juni 2026, petugas Polsek Kalitidu menemukan lansia itu hidup sebatang kara, jauh dari permukiman warga.

Keadaan ini terungkap setelah warga melaporkan situasinya lewat Call Center 110. Menindaklanjuti laporan tersebut, Aipda Herry Eko C bersama Bripka Budi R dan Bripka Marfianto segera menuju lokasi.

Setibanya di sana, petugas melihat Suparman duduk di lincak bambu di depan gubuknya. Ia tidak mengenakan pakaian selain celana pendek hitam. Gubuk itu dibangun dari gedek bambu, lembaran asbes, dan atap seng seadanya. Lingkungan sekitar penuh pepohonan besar dan daun-daun kering yang berguguran, menciptakan suasana sunyi.

Di dalam ruangan sempit, kondisi tidak layak huni. Lantai terbuat dari tanah, dan ruangan dipenuhi tumpukan barang lusuh. Sebuah tungku batu bata sederhana masih menyimpan sisa abu kayu. Di atas tungku, panci hitam berjelaga tetap berada, sementara di sekitarnya terdapat jeriken penampung air dan botol plastik kosong yang ditata seadanya. Area memasak dan tempat beristirahat bersatu tanpa batas.

Petugas lalu berbicara dengan Suparman menggunakan bahasa Jawa, memastikan kondisi fisik dan psikisnya. Selama percakapan, petugas menyerahkan paket sembako dan kebutuhan pokok sebagai bentuk kepedulian.

Kapolres Bojonegoro, AKBP Afrian Satya Permadi, menjelaskan langkah cepat tersebut sebagai respons atas laporan masyarakat. Ia mengatakan, “Setelah menerima laporan dari masyarakat melalui Call Center 110 mengenai keberadaan kakek sebatang kara yang hidup memprihatinkan di area makam, petugas kami langsung bergerak ke lokasi untuk memeriksa keadaan sekaligus menyalurkan bantuan sembako.”

Suparman tampak terharu saat menerima bantuan. Ia mengaku bersyukur dan berterima kasih atas perhatian yang diberikan. Ia berkata, “Matur suwun sanget, Pak Polisi, atas bantuan sembako niki. Mugi-mugi Gusti Allah sing mbales kebecikane njenengan sedoyo, diparingi lancar lan sehat anggene bertugas.” (Terima kasih banyak, Pak Polisi, atas bantuan sembakonya ini. Semoga Allah yang membalas kebaikan Anda semua, diberikan kelancaran dan kesehatan dalam bertugas).

Keputusan polisi untuk menindaklanjuti laporan ini menunjukkan keseriusan lembaga penegak hukum dalam menjaga kesejahteraan warga, khususnya lansia yang hidup tanpa keluarga. Situasi ini mengingatkan pentingnya peran masyarakat dalam melaporkan kondisi orang tua yang terisolasi. Penanganan cepat dan penyediaan bantuan dasar menjadi contoh nyata solidaritas antara aparat dan warga.

Suparmangubuk bambuCall Center 110polisi Bojonegorobantuan sembakolansia terisolasipelaporan masyarakatpenanganan cepat

Komentar

Memuat komentar...