Jembatan Banyumas Ditutup, Perahu Penyeberangan Alternatif
Gambar atau konten salah?
Jembatan Serayu Banyumas resmi ditutup pada 15 Juni 2026 pukul 08.00 WIB untuk perbaikan. Penutupan ini akan berlangsung satu setengah bulan hingga 30 Juli 2026. Penutupan total ini diharapkan dapat mempercepat proses rehabilitasi struktur jembatan yang sudah menua.
Di kedua sisi jembatan, baik dari arah utara maupun selatan, sudah dipasang seng penutup. Meskipun begitu, masih ada beberapa pemobil—terutama pemobil dengan plat nomor luar kota—yang belum mengetahui informasi ini dan terpaksa harus memutar. Untuk pejalan kaki dan pemotor, perahu penyeberangan menjadi moda transportasi alternatif yang dapat menyeberangi sungai tanpa harus memutar selama puluhan menit.
Dermaga perahu berada di Desa Kaliori, Kecamatan Kalibagor, yang merupakan depo pasir. Di sisi selatan, dermaga berada di Desa Sudagaran, Kecamatan Banyumas. Lokasi dermaga ini berjarak sekitar satu kilometer dari jembatan ke barat.
Perahu penyeberangan yang sebelumnya digunakan untuk mengangkut pasir kini disulap menjadi sarana transportasi alternatif. Pemilik perahu, Syamsudin, mengaku awalnya menyediakan layanan tersebut untuk kebutuhan pribadinya. Namun, melihat banyak warga kesulitan akibat penutupan jembatan, ia memutuskan membuka jasa penyeberangan bagi masyarakat.
“Awalnya memang karena kebutuhan untuk diri saya sendiri. Kebetulan anak saya sekolah di SD IT, jadi daripada harus muter jauh-jauh, saya bikin perahu untuk penyeberangan. Syukur ada tetangga yang mau ikut, kan bisa untuk ibadah dan aktivitas lainnya,” kata Syamsudin saat ditemui di lokasi, Senin (15 Juni 2026).
Menurutnya, perahu yang digunakan memiliki kapasitas cukup besar. Dalam sekali perjalanan, perahu mampu mengangkut hingga 20 orang dan 10 sepeda motor. “Kapasitas motor maksimal 10 untuk orang 20 itu sudah cukup. Karena saya hitung dari kapasitas 1 perahu itu kan untuk 1 kubik pasir-pasir itu kan 1,9 ton. Berarti kalau untuk 2 perahu kan sekitar 4 ton. Nah ini kalau untuk kapasitas 20 orang sama motor 10 itu kan gak sampai 4 ton,” ujarnya.
Meski menjadi solusi bagi warga, Syamsudin mengaku tidak memasang tarif resmi. Ia hanya menerima uang sukarela dari pengguna jasa. “Sebenarnya saya ikhlas saja. Tujuannya untuk nolong orang yang mau ke pasar, sekolah, kerja, karena saya sendiri juga butuh. Biasanya kalau bawa motor kasih sekitar Rp 5.000. Kalau anak sekolah beda lagi,” ungkapnya.
Perahu tersebut menggunakan mesin berbahan bakar minyak agar dapat beroperasi lebih cepat dan efisien. Syamsudin mengatakan, layanan penyeberangan direncanakan beroperasi selama 24 jam untuk mengakomodasi kebutuhan warga, terutama pedagang yang beraktivitas sejak dini hari. “Insyaallah 24 jam. Banyak pedagang yang dari seberang sungai menuju arah Sokaraja atau pasar. Tapi kalau debit air tinggi, ya kami libur. Tidak usah ambil risiko,” tegasnya.
Tanpa penyeberangan perahu, warga harus memutar melalui jalur Mandirancan yang jaraknya cukup jauh. Bahkan waktu tempuh bisa bertambah hingga sekitar 45 menit. “Kalau tidak nyebrang dan harus muter dari sini ke arah barat, itu bisa sekitar 45 menit. Apalagi dari arah Mandirancan ke timur, jalannya sempit dan banyak tikungan. Kalau di depan ada mobil, susah menyalip,” jelasnya.
Keberadaan perahu penyeberangan mendapat respons positif dari masyarakat. Salah satu pengguna, Fikih, pengendara motor yang memanfaatkan jasa tersebut karena tidak ingin menghabiskan waktu di perjalanan akibat penutupan jembatan, berkata, “Katanya ada jalur alternatif pakai perahu, jadi saya coba. Terpaksa pakai perahu karena jembatan ditutup. Kalau harus memutar jauh banget. Saya dari Purwokerto mau ke arah Alun-alun Banyumas.” Menurut Fikih, menggunakan perahu menjadi pilihan paling realistis dibanding harus melalui jalur darat yang lebih panjang dan padat kendaraan. “Ya mau gimana lagi, terpaksa. Daripada harus memutar jauh,” ujarnya.
Hal serupa dirasakan Sarwin (62), warga Kalikidang, Sokaraja. Ia mengaku memanfaatkan jasa penyeberangan untuk menjemput istrinya yang berdagang di Pasar Sumpiuh. “Saya dari Kalikidang, Sokaraja. Istri saya berdagang di Pasar Sumpiuh, tapi karena jembatan ditutup jadi saya pakai perahu ini. Kalau lewat Mandirancan kejauhan. Ini saya disuruh jemput di Alun-alun Banyumas,” tutur Sarwin.
Penutupan ini dilakukan untuk mendukung pekerjaan rehabilitasi besar-besaran pada struktur jembatan yang dinilai sudah mengalami kerusakan. Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 2.2 Provinsi Jawa Tengah, Nandang Sungkono, mengungkapkan bahwa kondisi lantai jembatan saat ini sudah tidak layak. “Mulai ditutup total 15 Juni-30 Juli 2026. Kondisi plat lantai jembatan sudah keropos. Ini kita ganti setelah 34 tahun, sebelumnya hanya dilakukan pemeliharaan berkala,” ujar dia kepada wartawan, Rabu (22 April 2026).
Dalam proyek ini, pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 2,6 miliar. Fokus utama pekerjaan adalah penggantian lantai jembatan sepanjang 69,30 meter. Selain itu, sejumlah pekerjaan lain juga akan dilakukan, seperti penggantian expansion joint, patching beton, pengecatan tiang pancang, penggantian baja ikatan angin, sand blasting dan pengecatan baja, pergantian elastomer, perbaikan karet penahan gempa, penggantian angkur, hingga perbaikan dinding penahan tanah.
Perahu penyeberangan menjadi solusi praktis bagi warga yang sebelumnya harus memutar selama puluhan menit. Dengan kapasitas 20 orang dan 10 motor, layanan ini mengurangi waktu tempuh dan memudahkan pedagang serta warga sekolah. Meskipun tidak ada tarif resmi, uang sukarela yang diterima cukup membantu pemilik perahu dalam menutupi biaya operasional. Penutupan jembatan, meski mengganggu, membuka peluang bagi masyarakat untuk menemukan alternatif transportasi yang lebih efisien. Proses rehabilitasi jembatan, yang melibatkan penggantian lantai dan berbagai perbaikan struktural, diharapkan selesai tepat waktu, sehingga jembatan dapat kembali aman bagi semua pengguna jalan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Jokowi Kunjungi Lampung 26‑28 Juni 2026: Persiapan 80% Siap
Doa Akhir Tahun 1447 Hijriah: Penutup dan Awal Baru
Mahasiswa Unissula Gelar Demo di Semarang soal Kenaikan BBM
Daftar Quotes Puitis dan Inspiratif Tahun Baru Islam 1448 H
Tahun Baru Islam 2026 Mulai 16 Juni Pukul 17.30 WIB
70 Ucapan Jawa Menenangkan Menyambut Tahun Baru Islam 1448
Berita Terbaru
12 September 2026: Ucapan Selamat 1 Muharram 1448 Terdepan
Nissan Percepat Siklus Pengembangan Mobil ke 26 Bulan
SPMB Jateng 2026 Buka Pendaftaran 15‑18 Juni, Pilih Sekolah
IHSG Naik 5,03% ke 6.309,73, LQ45 5,50%; BUMN Naik di LQ45
Indonesia target Rp13,03 triliun investasi 2025‑2029 8%
DJP Ajukan Pagu Indikatif Rp5,40 Triliun 2027 ke DPR