Prabowo: 700 BUMN Akan Ditutup, Tak Ada Tongkat Ajaib

Mira T. · 2 min baca · 56 menit lalu · 21 dibaca
Bisik.id
Prabowo: 700 BUMN Akan Ditutup, Tak Ada Tongkat Ajaib

Gambar atau konten salah?

Pemerintah Indonesia kembali menegaskan komitmennya untuk merapikan dan menertibkan perusahaan-perusahaan milik negara atau BUMN. Langkah ini akan dilakukan melalui Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara, yang lebih dikenal dengan BPI Danantara. Tujuan utamanya adalah meningkatkan efisiensi dan kinerja perusahaan pelat merah.

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan hal ini dalam Rapat Koordinasi Nasional TPAKD di Jakarta Utara, pada Kamis, 22 Oktober 2026. Ia mengakui bahwa proses pembenahan struktur dan kinerja BUMN tidak bisa terjadi secara instan. Butuh waktu dan kerja keras yang bertahap. "Pengalihan ini perbaikan ini tidak bisa seketika. Kita tidak punya tongkat ajaib, kita tidak punya tongkat nabi Musa atau nabi Sulaiman," ujarnya.

Meski begitu, Prabowo tetap berkomitmen untuk menutup atau melebur ratusan BUMN yang terbukti merugikan negara. Ia mencontohkan, dalam dua tahun pertama masa pemerintahannya, dari total 1.074 BUMN, jumlahnya sudah berhasil dipangkas dan dikonsolidasikan hingga tersisa sekitar 364 perusahaan. "Kita bertekad sekarang untuk efisiensi dari 1.000 BUMN, 1.074, kita sudah konsolidasi, sudah tutup, sudah streamlining, kita sudah kurang lebih 364 sampai tadi malam," jelasnya.

Targetnya hingga Desember mendatang, sebanyak 700 BUMN akan ditutup. Prabowo menegaskan bahwa pemerintah tidak akan ragu mengambil tindakan tegas. Terutama terhadap perusahaan pelat merah yang terus merugi atau yang melakukan praktik manipulasi dan kecurangan dalam pengelolaan keuangan. "Yang tidak efisien, yang merugi, yang selama ini buat laporan keuangan palsu, kita tutup. Konsentrasi kepada BUMN yang menghasilkan untuk rakyat," pungkasnya.

Langkah ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam melakukan efisiensi di sektor BUMN. Meskipun prosesnya tidak mudah dan membutuhkan waktu, komitmen untuk menutup perusahaan yang tidak sehat sudah terbukti dalam dua tahun terakhir. Fokusnya kini adalah pada BUMN yang benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.

BPI DanantaraBUMNefisiensipenutupan BUMNPrabowo Subianto

Komentar

Memuat komentar...