Prabowo Resmikan Proyek Gas Masela Rp390 Triliun
Gambar atau konten salah?
Presiden Prabowo Subianto meresmikan proyek gas Masela di Maluku pada Kamis, 16 Juli 2026. Proyek ini memiliki nilai investasi yang sangat besar, mencapai US$ 20,95 miliar atau sekitar Rp 390 triliun.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyebut proyek ini akan berdampak besar bagi ketahanan energi dan perekonomian Indonesia. Alasannya, proyek ini mampu memproduksi sekitar 9,5 juta ton LNG setiap tahunnya. Selain itu, juga menghasilkan 35.000 barel kondensat per hari.
Dari sisi pendapatan negara, Bahlil memperkirakan proyek ini akan memberikan pemasukan langsung sebesar US$ 37,8 miliar. Jika dirupiahkan dengan kurs Rp 18.058 per dolar AS, jumlahnya sekitar Rp 682,5 triliun. Ada juga tambahan dari pajak tidak langsung yang diperkirakan mencapai US$ 6,43 miliar atau sekitar Rp 115 triliun. Pemasukan ini akan diperoleh selama masa konstruksi dan operasi proyek berlangsung.
Soal tenaga kerja, proyek ini diprediksi akan menyerap banyak orang. Pada masa konstruksi, dibutuhkan sekitar 12.000 tenaga kerja langsung. Bahlil menambahkan, jika dihitung dengan tenaga kerja tidak langsung, jumlahnya bisa tiga kali lipat dari angka tersebut. Saat proyek memasuki tahap operasi, kebutuhan tenaga kerja berkisar antara 800 hingga 1.000 orang.
"Menciptakan lapangan kerja dengan penyerapan sekitar 12.000 tenaga kerja, tenaga kerja langsung. Kalau tambah tidak tenaga kerja langsung, itu bisa kali tiga, menurut teori ekonominya begitu. Pada masa konstruksi, ini masa konstruksi, dan sekitar 800 sampai dengan 1.000 tenaga kerja pada saat operasi," ujar Bahlil dalam sambutannya di acara Groundbreaking Proyek LNG Abadi Masela, yang disiarkan melalui YouTube Sekretariat Presiden pada Kamis, 16 Juli 2026.
Bahlil juga menyampaikan bahwa pihaknya telah sepakat dengan INPEX, perusahaan yang menggarap proyek ini. Kesepakatannya adalah memprioritaskan masyarakat di ring satu atau wilayah terdekat proyek dalam perekrutan tenaga kerja. Ia mengatakan, sebagian pemuda di Tanimbar dan Maluku Utara sudah disekolahkan agar bisa bekerja di proyek LNG Abadi Masela.
Langkah ini diambil supaya investasi besar yang masuk ke wilayah tersebut benar-benar dirasakan manfaatnya oleh warga sekitar. Bahlil tidak ingin anak-anak daerah merasa diabaikan ketika investasi masuk ke wilayah mereka.
"Jangan sampai anak-anak daerah di sini menganggap investasi masuk tidak kita memprioritaskan mereka. Itu yang saya baca dari suasana kebatinan dari tokoh-tokoh adat tadi ketika prosesi adat," katanya.
Dengan dimulainya groundbreaking ini, proyek langsung memasuki tahap pengerjaan. Pekerjaan awal yang akan dilakukan meliputi pengeboran 11 sumur pengembangan dan empat sumur lanjutan. Selain itu, pembangunan berbagai fasilitas juga akan segera dimulai.
"Yang kedua adalah pembangunan fasilitas berbagai macam fasilitas, termasuk pelabuhan, dermaga, EPC-nya, ini langsung berjalan," kata Bahlil.
Proyek gas Masela ini merupakan salah satu proyek strategis nasional yang sudah lama direncanakan. Nilai investasinya yang sangat besar menunjukkan skala proyek ini. Manfaat yang diharapkan tidak hanya dari sisi energi, tetapi juga dari sisi penerimaan negara dan penyerapan tenaga kerja di wilayah timur Indonesia.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Hong Kong Jadi Investor Terbesar RI di Kuartal II 2026
Harga Emas Antam Turun, Cicil Emas di Pegadaian
Koperasi Merah Putih Tak Matikan Agen
Prabowo Resmikan Bendungan Rukoh, Atasi Banjir dan Kekeringan
Basuki Buka Suara soal Pusat Keuangan IKN
Prabowo Minta Maaf Tak Hadir Langsung di Proyek LNG Masela