Basuki Buka Suara soal Pusat Keuangan IKN

Tika M. · 2 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
Basuki Buka Suara soal Pusat Keuangan IKN

Gambar atau konten salah?

Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN), Basuki Hadimuljono, akhirnya angkat bicara. Ia menanggapi pernyataan Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, soal Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII). Purbaya sebelumnya bilang PFII kemungkinan besar tidak akan dibangun di IKN. Alasannya? Wilayah itu masih terlalu sepi.

Basuki tidak banyak bicara saat ditanya soal ini. Mantan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) itu menegaskan bahwa PFII bukan urusannya. Itu wewenang pemerintah pusat. "Saya nggak tahu itu, itu dari beliau, dari Pemerintah Pusat," kata Basuki di Kompleks DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, pada Kamis, 16 Juli 2026.

Meski begitu, Basuki menyebut IKN sebenarnya sudah punya kawasan pusat keuangan sendiri. Kawasan itu disebut Nusantara Financial Center. Saat ini, beberapa bank sudah mulai mengisi area tersebut. "Oh sudah, sudah ada kawasannya. Yang sementara ini kan Himbara, himbara kan sudah ada di sana 6 bank yang mau mulai bangun juga tahun ini. BTN, BNI, BRI, Mandiri, BCA, Kaltimtara," ujarnya.

Nusantara Financial Center ini rencananya akan dibangun di lokasi strategis. Tepatnya di Wilayah Pengembangan Kedua dalam kawasan IKN. Luas lahan IKN sendiri mencapai 252.000 hektar. Distrik keuangan ini akan menempati sekitar 260 hektar. Angka itu masih bagian dari pusat bisnis dan keuangan yang lebih luas, yaitu 3.000 hektar.

Sebelumnya, Basuki sempat menyebut bahwa Financial Center di IKN akan mirip dengan kawasan Sudirman Central Business District (SCBD) di Jakarta. Ia membayangkan kawasan itu akan menjadi pusat kegiatan ekonomi dan bisnis.

Purbaya sebelumnya menyampaikan pandangannya pada Kamis, 2 Juli 2026. "Sampai sekarang saya belum tahu. (IKN?) Mungkin nggak, terlalu sepi di IKN," kata Bendahara Negara itu. Pernyataan ini langsung menjadi perbincangan. Pasalnya, IKN dirancang sebagai pusat pemerintahan baru Indonesia. Namun, menurut Purbaya, jumlah penduduk dan pengunjung di sana masih sangat minim. Hal itu dinilai kurang ideal untuk membangun pusat keuangan internasional.

Dari pernyataan kedua pejabat ini, terlihat ada perbedaan pandangan. Basuki yakin IKN sudah punya potensi sebagai pusat keuangan. Sementara Purbaya lebih realistis soal kondisi saat ini. IKN memang masih dalam tahap awal pembangunan. Jumlah orang yang tinggal dan beraktivitas di sana belum sebanyak yang dibayangkan. Jadi, wajar jika ada keraguan. Tapi, pembangunan kawasan finansial di IKN tetap berjalan. Setidaknya, enam bank sudah siap membangun gedung di sana tahun ini.

IKNPusat Finansial InternasionalBasuki HadimuljonoPurbaya Yudhi SadewaNusantara Financial CenterHimbara

Komentar

Memuat komentar...