Pramugari Ungkap Alasan Tak Lepas Sepatu Saat Terbang
Gambar atau konten salah?
Para awak kabin menyarankan penumpang untuk tidak melepas alas kaki selama penerbangan. Keputusan ini bukan hanya soal kebersihan, tetapi juga berkaitan langsung dengan keselamatan penumpang dalam situasi darurat.
Banyak pelancong merasa lebih nyaman melepaskan sepatu, terutama dalam perjalanan panjang. Namun, tindakan ini membawa sejumlah risiko yang sering diabaikan, menurut para profesional penerbangan.
Seorang mantan pramugari, Natalia Yepes, yang kini mengelola Adventuresque Travel Boutique, menyoroti masalah kebersihan. Ia menjelaskan bahwa waktu pembersihan antar penerbangan sangat singkat, seringkali hanya sekitar 10 menit. Petugas kebersihan fokus pada estetika—menyingkirkan sampah besar—bukan sterilisasi mendalam. Akibatnya, lantai kabin di bawah kursi atau di lorong mungkin masih dipenuhi mikroorganisme tak terlihat.
Pandangan ini didukung oleh Kerwin McKenzie, seorang penasihat perjalanan dan mantan staf maskapai. McKenzie menyebut area toilet pesawat sebagai lokasi paling bermasalah. Ia menggambarkan kondisi lantai toilet sangat tidak higienis. Jika seseorang berjalan tanpa alas kaki di sana, kuman bisa terbawa saat mereka kembali memakai sepatu sebelum turun pesawat, bahkan sampai ke rumah.
McKenzie menekankan betapa joroknya toilet pesawat berdasarkan pengalamannya membersihkan area tersebut. Ia sangat menyarankan agar penumpang tidak pernah memasuki toilet tanpa alas kaki. Setelah menggunakan toilet, ia juga mengingatkan pentingnya membersihkan tangan setelah menyentuh benda seperti gagang pintu atau keran wastafel.
Yepes dan McKenzie sepakat bahwa area lantai dan bawah kursi pesawat rentan terhadap penumpukan kuman karena pembersihan rutin seringkali tidak mencapai tingkat sterilisasi penuh.
Selain faktor kesehatan, melepas alas kaki juga bisa dianggap tidak sopan oleh penumpang lain. Yepes menyebutkan bahwa jika alas kaki menghasilkan bau yang mengganggu, hal itu dapat membuat orang di sekitar merasa tidak nyaman.
Aspek keselamatan menjadi pertimbangan penting lainnya. Dalam skenario darurat yang menuntut evakuasi cepat, penumpang yang tidak memakai alas kaki akan terhambat. Kaki tanpa pelindung juga sangat rentan cedera saat harus melintasi permukaan yang kasar atau puing-puing saat menyelamatkan diri. Yepes menyimpulkan bahwa penumpang harus selalu siap dengan alas kaki jika terjadi keadaan darurat mendadak.
Ringkasan Informasi Utama:
- Lantai pesawat, terutama di bawah kursi dan lorong, seringkali tidak sepenuhnya bersih karena waktu pembersihan yang sempit antar penerbangan.
- Toilet pesawat adalah area dengan tingkat kebersihan terburuk, meningkatkan risiko membawa kuman saat kembali memakai sepatu.
- Melepas alas kaki dapat mengganggu kenyamanan penumpang lain jika menimbulkan bau.
- Dalam keadaan darurat, tidak memakai alas kaki menghambat evakuasi dan meningkatkan risiko cedera kaki.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
7 Tips Liburan Eropa Barat dari Traveler Indonesia
Pilih Kursi Pesawat: Jendela atau Lorong?
Mantan Pramugari Peringatkan Bahaya Pesan Kopi di Pesawat
Pita Warna Cerah: Cara Mudah Hindari Barang Tertinggal Hotel
Jakarta Hemat: 5 Cara Healing Tipis‑Tipis Tanpa Cuti
Staycation di Kota: 5 Cara Memaksimalkan Hotel Lokal
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
