Undip Rilis Hasil Seleksi Mandiri, 60:1 di Prodi Favorit
Gambar atau konten salah?
Universitas Diponegoro (Undip) telah merilis hasil seleksi ujian mandiri untuk program sarjana tahun akademik 2026/2027. Pengumuman resmi kelulusan bisa diakses melalui laman pengumuman.undip.ac.id sejak 7 Juli 2026.
Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Undip, Heru Susanto, menjelaskan bahwa ada dua jalur masuk mandiri di kampus tersebut. Pertama, melalui Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK). Kedua, melalui ujian tulis biasa. Total peserta UTBK Undip mencapai sekitar 11.000 orang. Sementara itu, peserta ujian tulis mencapai sekitar 38.500 orang.
Dari jumlah tersebut, mahasiswa yang diterima melalui jalur UTBK sekitar 1.750 orang. Sedangkan yang lolos melalui jalur ujian tulis sekitar 4.000 mahasiswa. "Lewat UTBK itu sekitar 1.750-an. Kemudian kalau ujian mandiri lewat tes sekitar 4 ribuan," kata Heru saat dihubungi pada Rabu, 8 Juli 2026.
Program studi favorit di bidang sains dan teknologi tahun ini adalah Kedokteran, Kedokteran Gigi, dan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Di bidang sosial, program studi favorit adalah Hubungan Internasional (HI) dan Bisnis Digital. "Kalau prodi favorit untuk yang eksakta tetap Kedokteran, Kedokteran Gigi tetap menjadi favorit ya. Tetapi ada juga program studi K3 itu juga sangat favorit. Sosial itu tetap kayak bisnis digital, kemudian HI," sebut Heru.
Heru tidak menyebutkan angka pasti mahasiswa yang diterima di prodi favorit tersebut. Namun, dia memberikan perbandingan antara jumlah yang diterima dan yang mendaftar. "Kalau Kedokteran itu antara diterima sama tidak itu ya bisa satu banding 40 sampai 60-an. K3 paling tinggi, karena daya tampung, bisa satu banding 60-an," bebernya.
Untuk prodi Bisnis Digital dan HI Undip, tingkat perbandingan mahasiswa yang diterima dan tidak mencapai 1:30 orang. Artinya, dari 30 orang yang mendaftar, hanya satu yang diterima. "Sebenarnya rata-rata itu kalau yang sosial itu tadi 1:30," katanya.
Heru, yang juga Guru Besar Departemen Teknik Kimia Fakultas Teknik Undip, membeberkan alasan mengapa prodi eksakta di kampusnya masih menjadi pilihan favorit. "Jadi kalau menurut saya (mengapa prodi eksakta di Undip menjadi favorit) tetap itu tidak lepas dari persepsi di masyarakat. Karena memang masyarakat mempersepsikan bahwa Kedokteran itu memang bagi mereka mungkin satu program studi yang in the end setelah lulus memang masih paling menjanjikan," bebernya.
Pilihan tersebut, lanjut Heru, juga berkaitan dengan kebijakan pemerintah. Salah satunya adalah prioritas penambahan dokter. "Kemudian juga kebijakan pemerintah itu sangat berpengaruh, dengan kebutuhan dokter dan sebagainya, dan sebagainya. Kebetulan kan untuk saat ini pemerintah juga menggalakkan kebutuhan dokter. Jadi memang ininya minatnya seseorang ke prodi tertentu itu sangat tergantung pada; pertama, persepsi pemerintah; terus kedua, proyeksi mereka untuk karir atau prospek mendapatkan pekerjaan dan sebagainya," ungkapnya.
Heru membaca mengapa prodi HI hingga kini masih tinggi peminat. Prospeknya yang luas hingga jenjang internasional menjadi salah satu faktor. Sementara prodi Bisnis Digital yang baru dibuka sekitar tiga hingga empat tahun lalu di Undip juga menjadi idaman karena perkembangan zaman. "(HI menjadi favorit) Pertama, berarti kebutuhan pasar memang cukup tinggi. Kenapa kebutuhan pasar cukup tinggi? Karena mungkin market share-nya kalau HI kan mungkin bisa sampai ke luar negeri," terangnya.
"Market itu seperti apa sih sekarang, kan program-program digitalization atau kemudian perkembangan teknologi itu kan telah merambah ke banyak sektor. Termasuk di dalam bisnis bagaimana inovasi-inovasi itu dilakukan salah satu yang paling banyak adalah dengan digitalisasi," imbuhnya.
Secara keseluruhan, persaingan masuk ke program studi favorit di Undip sangat ketat. Perbandingan pendaftar dan yang diterima bisa mencapai 60:1 untuk prodi K3. Faktor persepsi masyarakat, kebijakan pemerintah, dan prospek karir menjadi penentu utama minat calon mahasiswa pada program studi tertentu.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Bus Trans Semarang Dijual, Melintas di Temanggung
Anak-Anak Nekat Seluncur di Bendung Pleret, Petugas: Bukan Tempat Wisata
Kebakaran Kandang di Brebes, 25 Kambing Mati
Protes Warga, Makam Pendiri Masjid di Kudus Dipagar Tembok Tinggi
McLaren Andra ST Terbelah Dua Usai Selip di Sukoharjo
Makam Pendiri Masjid di Kudus Diprotes Warga
Berita Terbaru
Undip Rilis Hasil Seleksi Mandiri, 60:1 di Prodi Favorit
Jadwal Sholat Jawa Timur 9 Juli 2026 Lengkap
Mesir Protes Keras ke FIFA Usai Dikalahkan Argentina
BEI Hapus Tiga Kriteria Papan Pemantauan Khusus
Argentina Bangkit Dramatis dari 0-2, Kalahkan Mesir 3-2
Musim Kemarau 2026 Ancam Pangan Tasikmalaya
Kemendikdasmen Rilis Aturan MPLS 2026
Rp3,6 Miliar Irigasi Disalurkan ke 30 Subak Buleleng