Pria 64 Tahun Spanyol Ditemukan Cacing Merayap Balik Kulit

Ningsih R. · 1 min baca · 2 bulan lalu · 39 dibaca
Bisik.id
Pria 64 Tahun Spanyol Ditemukan Cacing Merayap Balik Kulit

Gambar atau konten salah?

Seorang pria berusia 64 tahun di Madrid, Spanyol, dirawat di Hospital Universitario 12 de Octubre karena kanker paru yang sudah menyebar.

Untuk mengurangi efek samping kemoterapi, dokter memberinya glukokortikoid dosis tinggi.

Empat hari setelah pemberian obat, muncul ruam bergaris-garis di seluruh tubuhnya. Ruam ini muncul pertama kali di sekitar anus dan cepat menyebar ke bagian tubuh lainnya.

Setelah 24 jam, garis-garis tersebut berpindah ke bagian lain kulit, menunjukkan sesuatu bergerak di bawah permukaan kulit.

Hasil pemeriksaan tinja mengonfirmasi infeksi cacing gelang Strongyloides stercoralis.

Cacing ini biasanya hidup di tanah dan menyebar lewat kontak dengan tanah atau limbah manusia. Pria tersebut bekerja di pengelolaan limbah, sehingga kemungkinan terinfeksi berasal dari sana.

Penggunaan glukokortikoid membuat tubuhnya rentan terhadap hyperinfection syndrome, kondisi di mana jumlah cacing bertambah drastis.

Segera setelah diagnosa, dia dirawat dengan ivermectin. Ruam dan diare mereda, dan kondisi pasien membaik.

Ringkasan: Pria 64 tahun di Madrid dirawat kanker paru. Pemberian steroid tinggi menimbulkan ruam bergerak yang terkonfirmasi infeksi Strongyloides stercoralis. Pengobatan dengan ivermectin menenangkan gejala.

Strongyloides stercoralisruam kulitglukokortikoidhyperinflamasiivermectinkanker paruinfeksi cacinglimbah manusia

Komentar

Memuat komentar...