Pria 66 Tutup Jalan Sidokare, Warga Keluhan Banyak
Gambar atau konten salah?
MH, pria berusia 66 tahun, menutup jalan alternatif di Perumahan Sidokare Asri di Sidoarjo. Aksi ini menjadi viral di media sosial dengan julukan Selat Hormuz Sidokare. Akses jalan yang sempat membuat warga kesulitan akhirnya terungkap alasan di balik penutupan tersebut.
MH membuka diri saat ditemui pada 05 April 2026. Ia menjelaskan bahwa tindakannya bukan tanpa sebab. “Saya itu tujuannya penertiban, banyak mobil parkir seenaknya dan tidak memikirkan lingkungan,” ujarnya. Menurutnya, kendaraan sering parkir sembarangan di jalan alternatif itu, dan ia ingin menertibkannya.
Selain itu, MH mengungkapkan kekhawatirannya terhadap keselamatan anak-anak di sekitar lokasi. “Di situ juga sering ada anak-anak kecil lewat mendadak, jadi saya antisipasi supaya tidak terjadi kecelakaan,” jelasnya. Ia menegaskan bahwa penutupan tidak dilakukan secara total. “Saya tidak menutup total, hanya separuh, sifatnya buka-tutup. Kalau ada yang mau lewat ya saya persilakan,” tambahnya.
MH juga menegaskan bahwa ia sudah berkomunikasi dengan tetangga sebelum menutup jalan tersebut. “Saya sudah musyawarah dengan beberapa tetangga,” kata pria itu. Namun, video CCTV yang beredar menunjukkan sekelompok warga terpaksa memundurkan mobil karena jalan tidak dapat dilewati. Beberapa bahkan harus merelakan mobilnya lecet demi melewati jalan yang ditutup.
Video yang diunggah akun TikTok @Brilliant_Prayoga menampilkan rekaman CCTV aksi lansia tersebut. Ia terlihat menutup jalan dengan jemuran, kemudian menempatkan plang besi di depan rumahnya sambil membawa tongkat. Di layar muncul tulisan: Penjagaan Selat Hormuz ✖ Jalan Akses Perum ✔. Video lain menunjukkan lansia menghalangi akses mobil yang lewat di depan rumahnya. Ada juga rekaman mobil nekat melewati “Selat Hormuz Sidokare” hingga mobilnya lecet.
Di video tersebut, penulis menulis: “Cara lain melewati selat hormuz cabang sidokare. Mobil lecet dikit gpp.” Hal ini menambah ketegangan di kalangan warga yang merasa terganggu oleh penutupan jalan tersebut.
Dalam situasi ini, warga di Perumahan Sidokare Asri merasa kesulitan. Beberapa harus memutar mobil atau menunda perjalanan, sementara yang lain mengeluhkan risiko kecelakaan. MH mengklaim bahwa penutupan jalan dimaksudkan untuk meningkatkan keamanan, tetapi tindakan tersebut menimbulkan ketidaknyamanan bagi warga.
Kesimpulannya, penutupan jalan alternatif di Sidoarjo oleh pria berusia 66 tahun menimbulkan kontroversi. Meskipun ia beralasan ingin menertibkan parkir dan melindungi anak-anak, tindakan tersebut menimbulkan ketidaknyamanan bagi warga. Aksi ini menjadi contoh bagaimana keputusan individu dapat memengaruhi kehidupan komunitas secara langsung.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Mihailo Perovic Tinggalkan Persebaya, Tak Lagi Pakai Seragam
Surabaya Pasang Pot Bunga di TPS Liar, Coba Hindari Sampah
Slamet Santoso Resmi Bergabung Sokol Pyrzyce, Klub Polandia
Delapan Kabupaten Jatim Siaga Darurat Kekeringan Surabaya
Persebaya Surabaya Resmi Berpisah dengan Mihailo Perovic
Santerra De Laponte: Tujuan Foto Keluarga di Pujon Malang
