Prof. Nurmandi UMY Raih Peringkat 11 Global di Government
Gambar atau konten salah?
Prof. Dr. Achmad Nurmandi, M.Sc., rektor Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), mencatatkan pencapaian akademik internasional yang signifikan. Menurut pemeringkatan ScholarGPS 2025, beliau menempati posisi ke‑11 dunia pada specialty Government dan ke‑23 dunia pada discipline Political Science.
Melalui laman profil ScholarGPS, Prof. Nurmandi juga terdaftar sebagai Highly Ranked Scholar – Prior Five Years dengan peringkat #2 pada specialty Indonesia. Pencatatan ini menegaskan afiliasi beliau dengan UMY dan kontribusi risetnya yang berkaitan dengan Government, Political Science, serta kajian Indonesia.
Dalam daftar Highly Ranked Scholars 2025 pada specialty Government, Prof. Nurmandi masuk dalam jajaran akademisi dunia yang menunjukkan kinerja riset menonjol selama lima tahun terakhir. Sementara pada daftar Top Scholars 2025 untuk discipline Political Science, beliau berada pada peringkat ke‑23 dunia.
“Capaian ini bukan hanya tentang posisi individu dalam sebuah pemeringkatan, tetapi juga tentang bagaimana riset‑riset yang lahir dari lingkungan akademik UMY dapat terbaca, diakui, dan berkontribusi dalam percakapan keilmuan global.” ujar Prof. Nurmandi dalam keterangan tertulis.
“Bidang Government dan Political Science memiliki peran penting dalam menjawab berbagai tantangan tata kelola, demokrasi, kebijakan publik, serta transformasi pemerintahan di era modern,” tambah beliau.
Prof. Nurmandi menilai pengakuan ScholarGPS menjadi dorongan bagi UMY untuk terus memperkuat budaya akademik yang produktif, kolaboratif, dan berdampak. “Pasalanya, Perguruan tinggi bertanggung jawab untuk tidak hanya menghasilkan publikasi ilmiah, tetapi juga menghadirkan gagasan yang relevan bagi masyarakat dan pembuat kebijakan.”
UMY akan terus mendorong dosen dan peneliti untuk menghasilkan karya ilmiah yang tidak hanya memenuhi standar akademik, tetapi juga memiliki relevansi sosial. “Riset di bidang politik dan pemerintahan harus mampu memberi kontribusi terhadap perbaikan tata kelola, penguatan demokrasi, dan penyelesaian persoalan publik,” tambahnya.
Capaian Prof. Nurmandi dalam pemeringkatan ScholarGPS 2025 juga memperkuat visibilitas akademik UMY di tingkat global. “Capaian ini menjadi indikator akademisi UMY mampu bersaing dalam peta keilmuan internasional, khususnya pada bidang‑bidang yang berkaitan dengan tata kelola pemerintahan, demokrasi, kebijakan publik, transformasi pemerintahan, dan kajian Indonesia.”
Melalui capaian ini, UMY terus memperkuat ekosistem riset dan publikasi ilmiah serta memperluas jejaring akademik internasional. “UMY juga menghadirkan kontribusi keilmuan yang berdampak bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan kehidupan masyarakat.”
Dengan posisi ke‑11 dunia pada Government dan ke‑23 dunia pada Political Science, Prof. Nurmandi menempatkan UMY di antara institusi yang mampu menyalurkan penelitian berkualitas ke panggung global. Peringkat #2 pada specialty Indonesia menandai pengakuan atas kontribusi riset yang menyoroti konteks lokal sekaligus relevan secara internasional. Kesuksesan ini menegaskan bahwa UMY tidak sekadar menghasilkan publikasi, melainkan juga memproduksi gagasan yang dapat memengaruhi kebijakan dan praktik publik. Pada 18 Juni 2026, rektor UMY menegaskan komitmen untuk terus mendukung dosen dan peneliti dalam menciptakan karya yang berdampak sosial dan akademik, memastikan bahwa UMY tetap menjadi pemain penting dalam percakapan keilmuan global.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
PPI Oxford Buka Jalur Verifikasi Klaim Afiliasi Universitas
Bootcamp Excel Advanced Online: Pelatihan Virtual 22‑30 Juni
Unhas Umumkan Hasil Seleksi Mandiri 2026 dan Daftar Ulang
Ririn Dwi Nurtyani Masuk UGM 2025 Tanpa Biaya Kuliah
Unesa Buka Seleksi 90 Tenaga Kependidikan Kampus 1‑3 dan 5
Pelatihan Spreadsheet + AI Online, 30 Juni, 19–21 WIB
Berita Terbaru
Prof. Nurmandi UMY Raih Peringkat 11 Global di Government
Perkiraan Hujan Sedang di Sumatera Utara 18 Juni 2026
BMKG Prediksi Puncak Kemarau 2026: Juli–September
Tren Liburan Kilat AS 2025‑26, Fokus Piala Dunia 2026
SIM Digital Resmi Setara SIM Fisik, Pakai Aplikasi Korlantas
Musk Kembangkan Chip AI, Mengalahkan Nvidia dengan Biaya Rendah
PPI Oxford Buka Jalur Verifikasi Klaim Afiliasi Universitas
Infineon Buka 500 Lowongan, Antrian 2km di Melaka Menunggu