PTDI Kenapa Dua Pesawat Boeing 737‑200 Jadi Wahana Edukasi
Gambar atau konten salah?
PT Dirgantara Indonesia (PTDI) berencana mengubah dua pesawat misterius yang terparkir di fasilitasnya sejak 2005 menjadi wahana edukasi.
Pesawat tersebut adalah Boeing 737-200 PK-IJI (MSN-22125) dan PK-IJJ (MSN-22130). Meskipun sudah dua dekade terparkir, PTDI masih belum menemukan pemiliknya.
Berbagai upaya telah dilakukan. PTDI mengunjungi kantor PT ANI—yang kini sudah berganti nama—mencari kurator dari PT Bouraq meski perusahaan itu sudah pailit, serta menghubungi PT PAN, perusahaan BUMN yang sudah diobligasikan. Selain itu, kabar tentang pesawat ini juga dipublikasikan di media sosial.
Manager Komunikasi Perusahaan dan Hubungan Kelembagaan, Adi Prastowo, menyatakan bahwa bila tidak ada pihak yang mengaku kepemilikan, PTDI akan menempuh jalur legal. Setelah semua unsur legal terpenuhi, pesawat akan sepenuhnya berada di bawah kendali PTDI.
“Setelah kita menempuh jalur legal, setelah unsur-unsur legal terpenuhi, pesawat ini sepenuhnya di bawah kendali PTDI,” kata Adi, 10 Juni 2026.
Adi menambahkan bahwa pesawat tak bertuan ini akan dijadikan sarana promosi dan edukasi. Ia mengemukakan beberapa opsi: pesawat bisa menjadi media promosi, atau menjadi wahana edutainment PTDI.
Hanya badan pesawat yang masih utuh; mesin sudah tidak ada. Karena itu, pesawat lebih cocok dipakai untuk tujuan edukasi.
Adi menegaskan bahwa kedua pesawat tersebut dulunya merupakan pesawat kargo, bukan pesawat penumpang komersial. “Pesawat Bouraq ini digunakan armada kargo yang beroperasi di Indonesia,” pungkasnya.
Dengan langkah ini, PTDI berupaya memanfaatkan aset lama menjadi sumber belajar bagi masyarakat, sekaligus menampilkan warisan penerbangan Indonesia.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Promo Akhir Juli: Tiket Trans Studio Cibubur Mulai Rp398 Ribu
Piala Dunia 2026 Gagal Tarik Lonjakan Wisatawan
'Timuran di Bekasi' Hadirkan Musik Santai dan Games Seru
Nemuru Ciawi Siapkan Paket Liburan Sekolah Anak
Bandara Husein Sastranegara Resmi Jadi Bandara Internasional
13 Terluka dalam Lari Banteng San Fermin
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
